Berita

Dump Truck Masuk Jurang di Tanjung Kasuari, Sopir Diduga Ugal-ugalan; Korban Keluhkan Tak Ada Tanggung Jawab Pengobatan

Avatar photo
235
×

Dump Truck Masuk Jurang di Tanjung Kasuari, Sopir Diduga Ugal-ugalan; Korban Keluhkan Tak Ada Tanggung Jawab Pengobatan

Sebarkan artikel ini
Social Share

📰CENDRAWASIH7.COM

📍Sorong, Papua Barat Daya — Sebuah kecelakaan melibatkan dua unit dump truck terjadi di kawasan Tanjung Kasuari, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada 6 November 2025. Satu unit dump truck enam roda dilaporkan masuk ke jurang setelah bersenggolan dengan dump truck sepuluh roda yang diduga dikemudikan ugal-ugalan.

Menurut keterangan warga dan pihak yang berada di lokasi, kejadian bermula ketika dump truck 10 roda yang disebut bekerja pada kegiatan penimbunan (yang diduga sebagai reklamasi) di area Tanpa Garam Beach, melaju dengan kecepatan tinggi di jalan sempit menuju kawasan wisata Tanjung Kasuari. Senin (01/11/2025)

Truk tersebut melambung sebuah sepeda motor, lalu berpapasan dengan dump truck enam roda dari arah berlawanan. Karena kondisi jalan yang menyempit, kedua kendaraan bersenggolan, menyebabkan dump truck enam roda terperosok ke jurang di sisi kiri jalan.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sopir dump truck enam roda selamat, namun HD, pengawas lapangan pada kegiatan penimbunan tersebut, mengalami benturan keras di bagian dada dan leher.

HD mengaku hingga kini belum menerima penanganan medis layak karena terkendala biaya.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi di bagian dada dan leher. Rasa sakit masih ada, dan saya hanya bisa berobat secara tradisional. Saya berharap ada tanggung jawab,” ujar HD saat ditemui di kediamannya di kawasan wisata Tanjung Kasuari.

HD juga menyampaikan kekecewaannya karena Labora Sitorus, pihak yang mempekerjakannya, belum memberikan bantuan pengobatan sebagaimana yang dijanjikan.

FM, warga Tanjung Kasuari, menyesalkan terjadinya kecelakaan ini. Ia mengatakan jalan di kawasan Tanpa Garam hingga Tanjung Kasuari sangat sempit dan rawan kecelakaan.

“Jalan ini tidak memungkinkan untuk ngebut. Sangat berbahaya,” kata FM.

Anggota DPD RI, Vincent Mayor, yang merupakan kerabat dekat HD, turut menanggapi kejadian ini. Setelah mendengar kondisi HD, Vincent mengaku telah menemui pihak Labora Sitorus untuk meminta pertanggungjawaban.

Menurut Vincent, pihak Labora menyatakan kesediaan menanggung biaya pengobatan HD, namun hingga berita ini diturunkan belum ada kepastian realisasi bantuan tersebut.

“Ada janji untuk membantu, tetapi belum jelas kapan direalisasikan,” ujar Vincent.

Hingga publikasi berita ini, HD masih menunggu komitmen pertolongan dari pihak yang bertanggung jawab. Warga berharap kejadian ini menjadi perhatian karena kondisi jalan Tanjung Kasuari dikenal rawan kecelakaan dan tidak layak untuk kendaraan berat berkecepatan tinggi.

🖊Reporter: A/B

📸Dokumentasi: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page