MERAUKE||Cendrawasi7, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Papua Selatan periode 2026–2031 resmi dikukuhkan. Pelantikan dilakukan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, Zainul Munashicin di Swiss-Belhotel Merauke, Selasa (31/3/2026).
Kepengurusan DPW PKB Papua Selatan dinakhodai Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu sebagai Ketua. Ia didampingi sejumlah wakil ketua, di antaranya Taufik Latarisa, Evi Ernawati K, Dominggus F, Suryadi, Eduardus D. Sakthi, Anis S, dan Andi Kasman.
Posisi Sekretaris diisi Indra Jaya bersama jajaran wakil sekretaris, sementara bendahara dijabat Soni Kartiko yang dibantu para wakil bendahara. Di struktur Dewan Syuro, H. Ridhwan dipercaya sebagai ketua bersama jajaran wakil dan anggota.

Ketua panitia, Edward Sakthi, menjelaskan rangkaian kegiatan ini mencakup tiga agenda utama, yakni pengukuhan pengurus, orientasi politik, serta Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil).
“Pengukuhan ini menjadi fondasi awal memperkuat kebersamaan dan semangat kolektif kolegial. Orientasi politik untuk membekali kader agar profesional, sedangkan Muskerwil menjadi forum evaluasi dan perumusan langkah strategis daerah,” ujar Edward.
Dalam sambutannya, Kristosimus Y Agawemu menegaskan partai politik harus menjadi ruang kaderisasi yang melahirkan pemimpin berkualitas, baik di eksekutif maupun legislatif.
“Kegiatan partai bukan sekadar formalitas, tetapi sarana membentuk kader dan menyiapkan tokoh-tokoh terbaik untuk kepemimpinan di daerah maupun nasional,” tegasnya.
Ia juga mendorong seluruh kader aktif berkontribusi, tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan gagasan dan kerja nyata bagi masyarakat.
“Kita harus melahirkan pemimpin dari Papua Selatan yang layak, bermartabat, dan memiliki kualitas tinggi,” ujarnya.
Kristosimus menambahkan pentingnya kolaborasi lintas partai dalam menghadirkan kepemimpinan yang bertanggung jawab dan sesuai harapan masyarakat.
Sementara itu, amanat Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar yang dibacakan Zainul Munashicin menekankan pentingnya peningkatan kualitas politik partai.
“Politik kita harus naik kelas, dari rutinitas menjadi solusi. Dari sekadar janji menjadi kerja nyata,” pesan Muhaimin.
Ia menegaskan PKB tidak boleh hanya hadir saat momentum pemilu, tetapi harus konsisten hadir di tengah masyarakat setiap saat.
“PKB harus menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar peserta pemilu. Politik kita adalah politik kehadiran,” tegasnya. (*)
