KesehatanProvinsi Papua selatan

Direksi Baru BPJS Kesehatan Tancap Gas, Usung 8 Program Andalan

Avatar photo
61
×

Direksi Baru BPJS Kesehatan Tancap Gas, Usung 8 Program Andalan

Sebarkan artikel ini
Social Share

Jakarta||Cendrawasi7, Direksi baru BPJS Kesehatan periode 2026–2031 langsung tancap gas. Mereka meluncurkan delapan program Quick Wins yang ditargetkan rampung dalam 100 hari kerja pertama, sebagai respons atas kebutuhan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan layanan yang cepat dan solutif.

‎Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan program ini disusun berbasis aspirasi masyarakat. Fokus utamanya adalah memastikan peserta JKN mendapatkan solusi cepat saat menghadapi kendala, baik dalam layanan administrasi maupun pelayanan kesehatan.

‎“Harapan masyarakat sama, yakni layanan yang responsif dan solutif. Karena itu, kami hadirkan program Customer Centric dan Collaborative secara paralel agar layanan makin luas dan terintegrasi,” ujar Pujo, Rabu (15/4/2026).

‎Empat program Customer Centric yang diusung meliputi Respons Cepat Solutif, Iuran Kuat, Prolanis Muda, dan Eliminasi Inefisiensi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah layanan Respons Cepat Solutif yang memperkuat penanganan keluhan peserta hingga ke wilayah pedesaan.

‎Dalam program ini, BPJS Kesehatan juga meluncurkan inovasi Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) yang kini bisa diakses 24 jam penuh. Sebelumnya, layanan ini hanya tersedia pada jam kerja.

‎Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menegaskan pihaknya juga menetapkan standar baru layanan cepat.

‎“Untuk layanan prioritas, kami pastikan respons kurang dari 5 menit. Ini standar baru yang kami hadirkan untuk meningkatkan kepuasan peserta,” jelasnya.

‎Layanan prioritas tersebut mencakup penambahan anggota keluarga, pengaktifan kembali kepesertaan, hingga perbaikan data seperti NIK, nomor handphone, dan alamat.

‎Tak hanya itu, BPJS Kesehatan juga memperkuat aspek pembiayaan melalui program Iuran Kuat, termasuk skema cicilan iuran harian dan mingguan serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemanfaatan dana CSR.

‎Sementara itu, Prolanis Muda menyasar peserta usia di bawah 45 tahun yang menderita penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Di sisi lain, Eliminasi Inefisiensi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi potensi fraud dan meningkatkan akurasi klaim.

‎Di luar itu, empat program Collaborative juga digulirkan. Di antaranya P-Care MBG untuk pemantauan kesehatan siswa, Siswa Sehat Sekolah Rakyat, Desa Sehat JKN, serta JKN 3T yang menyasar daerah tertinggal, terdepan, dan terluar melalui kerja sama dengan TNI AL dan pengiriman tenaga kesehatan.

‎Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai langkah BPJS Kesehatan sejalan dengan arah transformasi digital nasional.

‎“Indonesia menuju digital welfare state. Layanan publik harus cepat dan proaktif, dan PANDAWA 24 jam adalah bagian dari transformasi itu,” ujarnya.

‎Hal senada disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Ia menilai kemudahan akses layanan kesehatan menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

‎“Inovasi ini menunjukkan negara hadir memberikan layanan tanpa batas ruang dan waktu,” katanya.

‎Dengan peluncuran delapan program Quick Wins ini, BPJS Kesehatan berharap kualitas layanan JKN semakin meningkat dan mampu menjawab ekspektasi masyarakat di era digital. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page