Provinsi Papua selatan

Dinkes Papua Selatan Dorong Penguatan Puskesmas Lewat Bimtek BLUD dan Integrasi Layanan Primer

Avatar photo
163
×

Dinkes Papua Selatan Dorong Penguatan Puskesmas Lewat Bimtek BLUD dan Integrasi Layanan Primer

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Upaya memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dasar kembali digencarkan Dinas Kesehatan PPKB Provinsi Papua Selatan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Dokumen BLUD dan Workshop Integrasi Layanan Primer (ILP). Kegiatan berlangsung selama lima hari, 9–13 Desember 2025, di Hotel Panda Merauke, dan resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan PPKB Provinsi Papua Selatan, dr. Herlina Rahangiar, MARS.

Kegiatan ini diikuti peserta dari empat kabupaten—Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel—yang menjadi perwakilan puskesmas dan dinas kesehatan daerah. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat transformasi layanan kesehatan di Papua Selatan.

Kasie Promkes Pemberdayaan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan Dinkes PPKB Papua Selatan, Waluyo, S.Kep, Ns, menjelaskan bahwa Bimtek BLUD diikuti 31 peserta. Melalui pelatihan ini, puskesmas didorong untuk memahami dan mempercepat penyusunan dokumen BLUD sebagai fondasi tata kelola yang lebih fleksibel dan profesional.

“Dengan status BLUD, puskesmas memiliki ruang gerak lebih luas untuk mengelola layanan. Tujuannya agar pelayanan kesehatan semakin efektif, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Waluyo.

Workshop ILP: Penguatan Layanan Dasar Mulai dari Puskesmas hingga Posyandu

Selain Bimtek BLUD, Dinkes Papua Selatan juga menggelar Workshop Integrasi Layanan Primer (ILP) yang diikuti 22 peserta dari empat kabupaten. Workshop ini menjadi forum penyamaan langkah dalam penerapan ILP di puskesmas, puskesmas pembantu, hingga posyandu di seluruh Papua Selatan.

Waluyo menjelaskan bahwa ILP menjadi tulang punggung transformasi kesehatan nasional, khususnya di tingkat layanan primer.

“Integrasi Layanan Primer adalah kunci agar pelayanan di lini terdepan dapat berjalan lebih terstruktur dan menyeluruh. Dengan ILP, layanan ibu-anak, imunisasi, gizi, penyakit menular hingga kesehatan lingkungan bisa terhubung secara sistematis,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ILP memiliki tiga fokus utama, yaitu:

1. Pelayanan siklus hidup, mencakup layanan sejak masa kehamilan, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.

2. Mendekatkan layanan hingga ke tingkat dusun dan kampung, dengan standarisasi layanan posyandu dan puskesmas pembantu (Pustu).

3. Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) agar kondisi kesehatan masyarakat selalu terpantau dan dapat ditangani lebih cepat.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi puskesmas di Papua Selatan untuk memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan dasar. Dengan penerapan BLUD dan ILP, pemerintah berharap puskesmas dapat memberikan pelayanan yang lebih responsif, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh wilayah Papua Selatan. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page