MERAUKE_C7.com
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menunjukkan komitmennya untuk terbuka terhadap aspirasi mahasiswa. Dalam pertemuan hangat di ruang rapat Kantor Gubernur Papua Selatan, Rabu (16/04/2025), Gubernur Apolo secara langsung menjelaskan kriteria hingga proses penyaluran beasiswa dan bantuan studi yang selama ini berjalan di provinsi termuda di Indonesia ini.
Apolo tak menutupi kenyataan bahwa anggaran pendidikan di Papua Selatan saat ini masih terbatas. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk berbagi peran, termasuk pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga lembaga-lembaga swasta dan keagamaan.
“Saat ini kita harus baku bantu. Pemerintah pusat ada, provinsi ada, kabupaten juga ada. Misalnya di Universitas Musamus, banyak yang terbantu lewat Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK),” jelasnya.
Dari data yang dipaparkan, sekitar 9.000 mahasiswa di Merauke telah menerima beasiswa dari pemerintah pusat, sementara 250 mahasiswa lainnya dibantu dari dana Pemerintah Provinsi Papua Selatan. Selain itu, ada bantuan dari pemerintah kabupaten, gereja, yayasan, hingga program beasiswa luar negeri seperti LPDP.
Karena keterbatasan dana, Apolo menegaskan pentingnya prioritas penerima bantuan. Kriteria pertama adalah mahasiswa yatim piatu yang tak memiliki orang tua. Kemudian, diutamakan mahasiswa yang hanya memiliki satu orang tua, disusul oleh mereka yang orang tuanya masih ada namun tidak memiliki penghasilan tetap.
“Kalau sudah dapat dari kabupaten, jangan lagi ambil di provinsi. Kita harus adil. Kasih kesempatan bagi teman-teman lain yang belum pernah merasakan,” tegasnya.
Apolo juga menyoroti soal ketertiban administrasi dan tanggung jawab moral penerima beasiswa. Menurutnya, beasiswa bukan sekadar dana bantuan, tapi amanah yang harus dijaga. Mahasiswa yang kedapatan tidak aktif kuliah akan diberi peringatan, dan bila tak ada perubahan, beasiswa bisa dicabut.
“Kalau sudah dibantu, ya harus lebih rajin. Nilainya harus lebih bagus dari yang tidak dapat bantuan,” pesan Apolo di hadapan para mahasiswa.
Sebagai bentuk keseriusan, Gubernur Apolo berencana memanggil Kepala Dinas Pendidikan Papua Selatan untuk mengevaluasi sistem pemberian beasiswa, sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.
Pertemuan ini pun menjadi wadah dialog penting, di mana mahasiswa merasa didengar dan pemerintah pun terbuka soal kondisi nyata yang dihadapi dalam pengelolaan dana pendidikan. (*)
