Papua Selatan

Dari Konservasi hingga Literasi, Musamus-PT BIA Bangun Pusat Edukasi Mangrove

Avatar photo
×

Dari Konservasi hingga Literasi, Musamus-PT BIA Bangun Pusat Edukasi Mangrove

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke, Cendrawasi7.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Musamus bersama PT BIA menanam 2.000 bibit mangrove di Pantai Payum, Merauke, Papua Selatan. Kegiatan ini menjadi upaya melindungi kawasan pesisir dari abrasi sekaligus membuka ruang belajar bagi masyarakat. Selasa (06/09/2026)

‎

‎Rangkaian kegiatan tersebut juga diisi dengan peresmian Mangrove Education Center Pantai Payum. Pusat ini dirancang untuk mendukung pendidikan, konservasi, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.

‎

‎Wakil Rektor I Universitas Musamus, Tobias Nggaruwaka, mengatakan Pantai Payum dan kawasan sekitarnya rawan mengalami abrasi. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dibutuhkan untuk menjaga kawasan tersebut.

‎

‎“Dengan menanam 2.000 pohon mangrove hari ini, kita mau menyatakan bahwa kita semua ambil bagian di dalam merawat dan melindungi kawasan Pantai Payum,” kata Tobias dalam sambutannya mewakili Rektor Universitas Musamus.

‎

‎Menurutnya, kolaborasi ini juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak. Mangrove Education Center diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan pendidikan dengan kehidupan masyarakat pesisir.

‎

‎Ketua Panitia Fredi menjelaskan, pusat edukasi tersebut akan mendukung penguatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung anak-anak di sekitar Pantai Payum. Pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.

‎

‎“Anak-anak dapat belajar membaca, menulis, dan berhitung dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap alam sejak dini,” ujar Fredi.

‎

‎Melalui kegiatan itu, anak-anak dapat mengenal mangrove, laut, pasir, biota pesisir, serta kehidupan masyarakat di lingkungan mereka. Proses belajar tersebut diharapkan memperkuat literasi dan numerasi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap alam.

‎

‎Mangrove Education Center juga disiapkan sebagai tempat bagi mahasiswa dan dosen Universitas Musamus untuk melaksanakan pembelajaran lapangan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

‎

‎Pada aspek konservasi, kegiatannya mencakup penanaman, pemeliharaan, pemantauan, dan edukasi mengenai fungsi mangrove dalam menjaga pesisir serta keanekaragaman hayati.

‎

‎Fredi menegaskan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang ditanam. Pemeliharaan dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar mangrove tumbuh dengan baik.

‎

‎“Kami menyadari menanam bukanlah akhir, tetapi merupakan awal dari proses yang panjang,” katanya.

‎

‎Sementara itu, pimpinan PT BIA, Kong Byoung Sun, mengatakan upaya menjaga lingkungan membutuhkan kerja sama perusahaan, akademisi, pemerintah, dan masyarakat.

‎

‎“Kami juga berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang menjadi bentuk kerja sama yang berkelanjutan bersama masyarakat,” ujar Kong Byoung Sun.

‎

‎Ia berharap mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, melindungi pesisir Pantai Payum, dan menjadi warisan bagi generasi mendatang.

‎

‎“PT BIA akan terus bekerja sama dengan seluruh pihak untuk menjaga lingkungan dan mendukung pembangunan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page