Merauke||Cendrawasi7, Operasi gabungan pencarian terhadap enam Anak Buah Kapal (ABK) KM Bintang Laut GT 29 yang dilaporkan tenggelam di perairan Merauke memasuki hari kelima, Minggu (25/1/2026). Hingga sore hari, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan keberadaan para korban akibat terkendala kondisi cuaca buruk.
Pencarian melibatkan personel Sat Polairud Polres Merauke, Basarnas Merauke, serta Kodaeral XI. Operasi dimulai sejak pukul 07.30 WIT dengan titik keberangkatan dari Pelabuhan Perikanan Merauke.
Kasi Operasi Basarnas Merauke, Mathius Amba Rura, S.H., memimpin langsung apel dan briefing sebelum tim bergerak menuju area pencarian menggunakan Kapal KN SAR Merauke 223 serta satu unit Landing Craft Rubber (LCR).
Namun, kondisi cuaca di laut dilaporkan memburuk. Gelombang tinggi dan angin kencang memaksa tim membatasi area pencarian. Pada pukul 10.47 WIT, Kapal KN SAR Merauke 223 hanya mampu mencapai jarak 6,89 mil dari titik awal sebelum akhirnya berbalik arah demi menjaga keselamatan seluruh personel.
Sebagai langkah lanjutan, tim melakukan penyisiran di sekitar wilayah pesisir menggunakan LCR Basarnas. Meski telah dilakukan secara intensif, hingga sore hari hasil pencarian masih nihil.
Kapal KN SAR Merauke 223 akhirnya kembali bersandar di Dermaga Pelabuhan Perikanan Merauke pada pukul 16.35 WIT. Setelah dilakukan evaluasi bersama, pimpinan tim SAR gabungan memutuskan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Senin (26/1/2026), dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca. (*)
