Papua Selatan

Asap Karhutla Pekat, Siswa di 3 Kabupaten Papua Selatan Belajar dari Rumah

Avatar photo
×

Asap Karhutla Pekat, Siswa di 3 Kabupaten Papua Selatan Belajar dari Rumah

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke, Cendrawasi7.com — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada kegiatan belajar mengajar di Papua Selatan. Sekolah di Kabupaten Boven Digoel, Asmat, dan Mappi diliburkan hingga Selasa (13/10/2026), dengan masa libur menyesuaikan perkembangan kondisi asap.

‎

‎Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan Paskalis Prayitno mengatakan keputusan tersebut diambil dinas pendidikan masing-masing kabupaten. Pemerintah provinsi mendukung langkah itu agar anak-anak dapat belajar dari rumah.

‎

‎“Tiga kabupaten ini sudah meliburkan sekolah,” kata Paskalis kepada wartawan, Senin (12/10/2026).

‎

‎Paskalis mengaku melihat langsung kondisi kabut asap saat berkunjung ke Boven Digoel tiga hari sebelumnya. Ia juga berkomunikasi dengan kepala dinas pendidikan di tiga kabupaten tersebut terkait dampaknya terhadap aktivitas sekolah.

‎

‎Menurutnya, asap yang semakin pekat mengurangi jarak pandang dan menimbulkan keluhan pada saluran pernapasan. Kondisi itu turut ia rasakan selama berada di wilayah terdampak.

‎

‎“Jangankan anak-anak kecil, saya sendiri pun merasakan bahwa dampak itu sangat terasa sekali. Karena sudah sangat pekat, jarak pandang juga sudah semakin dekat,” ujarnya.

‎

‎Dengan kondisi tersebut, Paskalis mendukung keputusan dinas pendidikan kabupaten untuk memberikan kesempatan kepada siswa belajar dari rumah.

‎

‎“Kami memberikan dukungan kepada Kepala Dinas Pendidikan tingkat kabupaten untuk memberikan ruang bagi anak-anak sekolah ini untuk belajar dari rumah,” katanya.

‎

‎Paskalis menjelaskan, sekolah di ketiga kabupaten diliburkan hingga Selasa besok sambil memantau perkembangan kabut asap. Masa belajar dari rumah dapat diperpanjang apabila kondisi belum memungkinkan kegiatan belajar di sekolah kembali berlangsung.

‎

‎Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan belum merekomendasikan sekolah di Merauke untuk belajar dari rumah. Paskalis menyebut kondisi kabut asap di Merauke belum separah di Boven Digoel, Asmat, dan Mappi.

‎

‎“Merauke karena kami melihat situasi belum separah yang ada di tiga kabupaten, kami belum memberikan rekomendasi untuk belajar dari rumah,” ujarnya. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page