Papua Selatan

MUI Papua Selatan Gelar Pengajian Perdana, Bakal Jangkau Muslim di Pinggiran ‎

Avatar photo
×

MUI Papua Selatan Gelar Pengajian Perdana, Bakal Jangkau Muslim di Pinggiran ‎

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke, Cendrawasi7.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Selatan menggelar pengajian perdana bersama para mualaf dan Muslim Papua di Musala Al-Irsyad, Gudang Arang, Merauke, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini menjadi awal pelaksanaan program dakwah yang akan menjangkau masyarakat Muslim di wilayah pinggiran.

‎

‎Pengajian tersebut dihadiri anggota DPD RI Gus H. Adib Fuad, Wakil Bupati Merauke Dr. Fauzun Nihayah, serta jajaran Dewan Pimpinan MUI Papua Selatan.

‎

‎Ketua MUI Papua Selatan H. Abdul Awal Gebze mengatakan pengajian itu merupakan program kerja Komisi Dakwah, Pendidikan, dan Kaderisasi MUI Papua Selatan tahun 2026.

‎

‎Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana menuntut ilmu untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan lima rukun Islam, yakni syahadat, salat, puasa, zakat, dan haji. Kelimanya merupakan fondasi ibadah bagi setiap Muslim.

‎

‎Awal mengajak kaum Muslimin dan Muslimat serta seluruh pengurus MUI Papua Selatan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia berharap sinergi dan kontribusi bersama dapat menjaga keberlanjutan kegiatan pengajian.

‎

‎Pemilihan Gudang Arang sebagai lokasi pengajian perdana juga berkaitan dengan sejarah masyarakat Muslim Papua. Awal menjelaskan kawasan tersebut merupakan basis komunitas Muslim Papua yang berhijrah dari Okaba ke Kota Merauke.

‎

‎Karena itu, ia menilai Gudang Arang perlu menjadi perhatian dalam kegiatan dakwah dan pemberdayaan masyarakat Muslim.

‎

‎Ke depan, pengajian MUI Papua Selatan akan menjangkau wilayah pinggiran yang masih jarang mendapatkan siraman rohani. Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk memperdalam pengetahuan agama.

‎

‎Dalam tausiyahnya, Gus Adib Fuad menyampaikan pentingnya seorang hamba mengenal Allah SWT sebagai fondasi dalam menjalankan ibadah. Ia mengingatkan agar setiap Muslim menghayati kehadiran Allah dalam kehidupannya.

‎

‎Gus Adib juga mengajak jemaah merenungkan besarnya anugerah dan nikmat Allah kepada seluruh makhluk-Nya. Allah tidak hanya menciptakan, tetapi juga menjaga dan merawat ciptaan-Nya.

‎

‎Penghayatan tersebut, menurutnya, dapat menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah sekaligus memperkuat kesadaran dalam beribadah.

‎

‎Pengajian ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada para mualaf dan Muslim Papua. Bantuan diserahkan oleh Gus Adib bersama jajaran Dewan Pimpinan MUI Papua Selatan.(C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page