Provinsi Papua selatan

Air Minum Yang Sehat Masih Jadi Tantangan, Dinkes PPS Tingkatkan Kapasitas SDM Lewat Workshop PKAM

Avatar photo
82
×

Air Minum Yang Sehat Masih Jadi Tantangan, Dinkes PPS Tingkatkan Kapasitas SDM Lewat Workshop PKAM

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Upaya memastikan ketersediaan air minum aman di Papua Selatan kembali diperkuat. Dinas Kesehatan PPKB Provinsi Papua Selatan resmi membuka Workshop Penyehatan Kualitas Air Minum (PKAM) Tahun 2025, yang berlangsung 5–9 Desember di Hotel Careinn Merauke. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan PPKB Papua Selatan, dr. Herlina Rahangiar, MARS.

Dalam laporannya, Waluyo, S.Kep, Ns, selaku Kasie Promkes, Pemberdayaan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan Dinkes PPKB Papua Selatan, menyampaikan bahwa workshop ini diikuti 21 peserta dari empat kabupaten, dengan fokus peningkatan kapasitas SDM dalam pengawasan, pengujian, hingga pelaporan kualitas air minum berbasis aplikasi PKAM dan SIPEKAM.

Air Bersih Masih Jadi PR Serius

Panitia mengungkapkan bahwa persoalan kualitas air minum masih menjadi tantangan besar di wilayah Papua Selatan. Pencemaran sumber air karena buruknya sanitasi, hingga keterbatasan SDM teknis di lapangan menjadi faktor yang harus segera dibenahi.

“Penyediaan air minum aman merupakan elemen penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” demikian salah satu poin materi pembuka workshop.

Air minum disebut tak hanya untuk konsumsi, tetapi juga digunakan dalam aktivitas harian seperti memasak, mandi, dan mencuci—sehingga mutu air menjadi faktor krusial dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Materi Komprehensif: Dari Regulasi hingga Latihan Langsung

Workshop disusun dengan metode yang variatif, mulai dari paparan, diskusi, hingga praktik lapangan. Peserta dibekali keterampilan teknis, di antaranya:

– Teknik pengambilan sampel air dan makanan

– Pemeriksaan kualitas air menggunakan Sanitarian Kit (SANKIT)

– Simulasi uji fisik, kimia, dan mikrobiologi

– Penginputan laporan secara digital melalui PKAM dan SIPEKAM

Adapun narasumber yang hadir antara lain dari direktorat kesehatan Lingkungan Kementerian kesehatan RI ; Mat Izi, SKM MPH; Fakhry Muhammad, S.Tr.KL; dari Dinkes PPKB PPS Waluyo S.Kep Ners; dan UPTD labkes Welvi B. Latumaerisa, AM.KL.

Kualitas Air dan Stunting

Salah satu materi yang menjadi perhatian peserta adalah hubungan erat antara kualitas air minum dan kasus stunting. Anak yang kerap mengalami diare atau cacingan akibat air yang tidak layak konsumsi akan kesulitan menyerap nutrisi sehingga rentan mengalami stunting.

“Ketersediaan air bersih, sanitasi layak, dan lingkungan sehat sangat menentukan upaya pencegahan infeksi dan penurunan stunting,” jelas narasumber.

Peran Berlapis dalam Pengawasan Air Minum

Materi juga mengulas peran mulai dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, hingga Puskesmas. Puskesmas disebut sebagai ujung tombak pelaksanaan surveilans KAMRT, termasuk inspeksi lapangan, pengambilan sampel, uji kualitas, dan pemberian umpan balik ke masyarakat.

Penuhi Standar SLHS dan Program Makan Bergizi Gratis

Workshop menegaskan pentingnya uji kualitas air dan makanan untuk penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), termasuk bagi depot air minum dan dapur penyedia makan bergizi gratis. Air minum wajib bebas E.coli, sementara makanan harus negatif boraks, formalin, rhodamine B, dan methanil yellow.

Simulasi Lengkap

Peserta juga diajak melakukan simulasi penyimpanan sampel, penulisan identitas, uji mikrobiologi dan kimia menggunakan SANKIT, hingga praktik penginputan hasil SKAMRT ke aplikasi nasional.

Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ditutup dengan sejumlah kesepakatan tindak lanjut, di antaranya:

1. Puskesmas menginput hasil SKAMRT hingga 30 Desember 2025

2. Dinkes Kabupaten melakukan refresh teknis penggunaan SANKIT

3. Pemanfaatan SANKIT untuk penerbitan SLHS

4. Pengisian laporan PKAM dari tingkat Puskesmas hingga Provinsi

Workshop PKAM 2025 dinilai berjalan efektif dan memberikan penguatan penting bagi tenaga kesehatan lingkungan di Papua Selatan. Diharapkan peningkatan kapasitas ini dapat berdampak langsung pada kualitas air minum dan kesehatan masyarakat di seluruh wilayah Papua Selatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page