Berita

ACBT Galang Donasi Ambulans Doubel Cabin, Terkumpul Rp 446 Juta dalam 46 Jam

Avatar photo
31
×

ACBT Galang Donasi Ambulans Doubel Cabin, Terkumpul Rp 446 Juta dalam 46 Jam

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7.com, Aksi Cepat Batas Timur (ACBT) menggelar penggalangan donasi untuk pembelian satu unit mobil jenazah doubel Cabin guna meningkatkan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat Papua Selatan. Donasi tersebut digalang melalui media sosial dan mendapat respons luas dari masyarakat.

Pendiri ACBT, Iwan Nauli, mengatakan penggalangan dana dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah yang diberikan masyarakat kepada tim relawan ACBT. Hal itu disampaikannya saat ditemui awak media di kediamannya, Rabu (7/1/2026).

“Supaya apa yang diamanahkan kepada kami dari tim ACBT ini bisa kami pertanggungjawabkan. Pekerjaan kemanusiaan ini terbuka untuk semua orang. Siapa pun boleh mengetahui kegiatan kami, mulai dari program kerja, penghimpunan dana, hingga penyalurannya,” ujar Iwan.

Iwan menjelaskan, selama ini ACBT berupaya memberikan layanan transportasi ambulans yang terjangkau, bahkan gratis, khususnya bagi masyarakat Merauke yang kesulitan mengakses layanan kesehatan dan pemulasaraan jenazah.

“Kami melihat layanan transportasi ambulans yang gratis atau terjangkau itu masih sangat terbatas. Karena itu kami merasa ini menjadi sebuah keharusan,” jelasnya.

Kendala utama yang dihadapi ACBT selama ini adalah keterbatasan armada. Ambulans yang dimiliki masih berukuran kecil dan belum mempunyai yang double Cabin, sehingga sulit menjangkau wilayah dengan medan berat dan rumah warga yang jauh dari pusat kota.

“Ambulans doubel Cabin ini sangat penting agar pelayanan bisa maksimal, terutama di medan berat. Kalau terus memakai armada lama, biaya operasional justru makin besar dan waktu pelayanan banyak terbuang,” katanya.

Dalam waktu sekitar 46 jam sejak dibuka, donasi yang dihimpun melalui media sosial Facebook mencapai Rp 446.300.000. Dana tersebut rencananya digunakan untuk membeli satu unit mobil jenazah doubel Cabin yang saat ini sudah dipilih dan berada di Jakarta.

“Insyaallah lusa saya berangkat ke Jakarta untuk memproses kendaraan itu. Target kami, sebelum Ramadan, ambulans doubel Cabin ini sudah tiba di Merauke,” ungkap Iwan.

Menariknya, donasi tidak hanya datang dari masyarakat Merauke dan berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri. “Ada satu donatur dari Australia yang menghubungi langsung melalui pesan pribadi. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat sangat besar,” tambahnya.

Iwan menyebut, ACBT saat ini mengoperasikan dua unit ambulans, masing-masing untuk layanan pasien dan mobil jenazah. Rata-rata layanan mobil jenazah mencapai 30 hingga 70 kasus per bulan, dengan total sekitar 350 layanan sepanjang tahun 2025.

Namun dari sisi pembiayaan, ACBT masih mengalami defisit. Dalam satu tahun, biaya operasional dua unit ambulans mencapai sekitar Rp 376 juta, sementara pemasukan hanya Rp 302 juta, sehingga masih minus lebih dari Rp 70 juta.

“Banyak layanan kami yang gratis, terutama untuk masyarakat Orang Asli Papua yang memang tidak mampu. Kami tidak mungkin memaksa mereka membayar,” ujarnya.

Sisa dana donasi yang ada, lanjut Iwan, akan digunakan untuk pembangunan garasi ambulans dan posko ACBT yang berlokasi di Jalan Doremkai, tepat di samping rumah singgah pasien milik ACBT.

Saat ini material pembangunan sudah terkumpul sekitar 20 persen dan pengerjaan direncanakan dimulai pada musim kemarau.
Iwan juga meluruskan isu tarif ambulans ACBT yang sempat beredar di masyarakat. Ia menegaskan informasi tarif Rp 1,5 juta per 10 kilometer tidak benar.

“Kalau memang tidak mampu, kami tetap layani. Kalau mampu, silakan berkontribusi seikhlasnya. Jangan sampai informasi keliru membuat masyarakat takut menghubungi ambulans,” tegasnya.

Ia berharap, ke depan akan ada perbaikan sistem layanan agar bantuan benar-benar tepat sasaran. “Yang mampu jangan mengambil hak layanan gratis, supaya yang benar-benar tidak mampu bisa disubsidi,” katanya.

Menutup pernyataannya, Iwan menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung ACBT selama hampir enam tahun terakhir.

“Kami tidak b

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page