MERAUKE, CENDRAWASI7.COM – Sebanyak 15 ton garam atau natrium klorida (NaCl) telah disemai hingga hari kesepuluh Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Papua Selatan. Operasi ini terus dilakukan untuk meningkatkan peluang hujan guna membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.
Berdasarkan keterangan Penlanud J.A. Dimara, Minggu (1/11/2026), pesawat Cessna Caravan 208B melaksanakan dua sorti penerbangan pada pelaksanaan OMC sebelumnya. Setiap sorti membawa satu ton NaCl, dengan wilayah penyemaian meliputi Kabupaten Merauke, Mappi, dan Boven Digoel.
Komandan Lanud J.A. Dimara Kolonel Pnb Beny Aprianto menyampaikan, pelaksanaan penyemaian terus disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan potensi pertumbuhan awan. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan peluang turunnya hujan di wilayah terdampak.
Beny berharap operasi ini dapat membantu upaya pemadaman karhutla sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Papua Selatan.
Sementara itu, perwakilan Meteo Publik BMKG Mopah Merauke, Nurmayati, menyampaikan adanya potensi pertumbuhan awan konvektif di Kabupaten Merauke dan Boven Digoel.
Berdasarkan pemantauan radar dan satelit serta prakiraan BMKG untuk 2–3 November 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di Asmat, Mappi, Boven Digoel, serta wilayah tengah Merauke.
Informasi cuaca tersebut menjadi salah satu acuan dalam menentukan pelaksanaan penyemaian agar operasi dapat menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.
Beny juga menekankan pentingnya sinergi BNPB, AirNav Indonesia, BPBD, BMKG, dan PT Smart Cakrawala Aviation dalam mendukung kelancaran OMC. Melalui koordinasi tersebut, pelaksanaan operasi diharapkan dapat berjalan optimal untuk membantu penanggulangan karhutla di Papua Selatan. (C7)





