Merauke||Cendrawasi7, Pasokan LPG di Merauke kembali diperkuat. PT Pertamina Patra Niaga menyalurkan sekitar 2.300 tabung LPG non subsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg yang baru tiba di Pelabuhan Merauke, Senin (13/4/2026).
Distribusi ini berasal dari tiga kontainer pengiriman dari Surabaya sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan energi di wilayah Papua Selatan.
Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, mengatakan tambahan suplai ini menjadi langkah konkret untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah tekanan kondisi global.
“Kami terus memastikan ketersediaan LPG melalui suplai berkelanjutan, meski situasi geopolitik dunia masih berdampak pada rantai pasok energi,” ujar Bram.
Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Warga diminta membeli LPG sesuai kebutuhan dan langsung melalui agen resmi terdekat.
Menurutnya, tambahan pasokan ini akan memperkuat stok Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg yang sebelumnya sudah tersedia di sejumlah agen. Pertamina juga memastikan suplai lanjutan masih dalam perjalanan dan terus dipantau.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Merauke, Haidi Silvanaranti Achmad, menyebut kondisi stok LPG di daerah masih tergolong aman, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pelaku UMKM.
“Stok saat ini masih cukup aman. Kita berharap pengiriman berikutnya tidak mengalami kendala agar distribusi tetap lancar,” katanya.
Meski pasokan terjaga, harga LPG 12 kg di tingkat agen dilaporkan mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp 320 ribu per tabung, kini menjadi sekitar Rp 358 ribu.
Haidi menjelaskan, kenaikan tersebut bukan berasal dari harga dasar LPG, melainkan akibat meningkatnya biaya bongkar muat di pelabuhan.
“Harga LPG-nya tidak naik. Yang naik itu biaya di pelabuhan, sehingga berdampak pada harga jual di tingkat agen,” tegasnya. (*)
