Merauke||Cendrawasi7, Momentum bulan suci Ramadan 1447 H dimanfaatkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa Papua Selatan untuk memperkuat konsolidasi internal dan menyapa langsung kader serta simpatisan di akar rumput. Safari Ramadan perdana digelar di Kampung Rawasari, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, Minggu (1/03/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua DPW PKB Papua Selatan, Kristosimus Y. Agawemu, didampingi jajaran pengurus DPW dan DPC Kabupaten Merauke. Kehadiran para pengurus partai disambut hangat kader dan tokoh masyarakat setempat.
Kristosimus yang akrab disapa Rito menegaskan, Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan diri sebagai ketua DPW yang baru dilantik.

“Kami ingin menjaga silaturahmi agar tidak pernah putus. Sebagai ketua yang baru, saya meminta dukungan dan restu dari para sesepuh dan senior PKB agar diberi kesempatan menahkodai PKB Papua Selatan. Dengan kebersamaan, tujuan partai bisa kita capai,” ujarnya.
Menurut Rito, soliditas internal menjadi kunci menghadapi agenda politik ke depan. Karena itu, komunikasi antara pengurus wilayah, cabang, hingga kader di tingkat kampung harus terus diperkuat.
Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Papua Selatan, Indra Jaya, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Papua Selatan atas kepercayaan yang diberikan sehingga dirinya dapat menjadi perwakilan Papua Selatan di Senayan.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua Selatan yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan. Ini amanah yang harus kami jaga dan perjuangkan,” katanya.
Safari Ramadan tahun ini dirancang menyasar empat titik di Kabupaten Merauke, masing-masing satu kampung di Distrik Malind, Distrik Tanah Miring, dan Distrik Merauke. Agenda ini disebut sebagai langkah awal memperkuat struktur dan memperluas jangkauan komunikasi politik partai di tingkat basis.
Melalui Safari Ramadan, PKB Papua Selatan ingin menegaskan komitmennya untuk tetap hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat momentum politik, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang menyentuh langsung kehidupan warga. (*)
