Provinsi Papua selatan

Polres Mappi Amankan Tiga Pelaku Penyerangan Anggota Polisi di Kepi

Avatar photo
635
×

Polres Mappi Amankan Tiga Pelaku Penyerangan Anggota Polisi di Kepi

Sebarkan artikel ini
Social Share

MAPPI_C,7.com

Polres Mappi berhasil menangkap tiga dari sepuluh orang pelaku penyerangan terhadap anggota Satuan Sabhara Polres Mappi saat merespon laporan penganiayaan di Jalan Sumatra, Kepi, pada Senin (9/12/2024).

Penyerangan ini menyebabkan kerusakan pada mobil patroli dan beberapa anggota polisi mengalami luka ringan akibat pukulan dengan benda tumpul.

Kapolres Mappi, AKBP Yustinus S. Kadang, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa kejadian ini bermula dari laporan masyarakat mengenai penganiayaan. Mendapatkan laporan tersebut, regu penjagaan yang dipimpin oleh Bripka Arjum segera merespon dengan mendatangi lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian, anggota polisi langsung mengamankan pelaku penganiayaan. Namun, keluarga dan teman-teman pelaku yang berada di lokasi berteriak memprovokasi warga sekitar.

Aksi provokasi tersebut memicu serangan terhadap anggota polisi oleh pelaku dan beberapa warga menggunakan senjata tajam serta benda tumpul. Akibatnya, kaca mobil patroli pecah dan beberapa anggota polisi mengalami luka ringan.

“Melihat massa yang semakin beringas dan jumlah personel yang terbatas, anggota kami memilih mundur untuk mengamankan diri. Keputusan ini diambil untuk menghindari jatuhnya korban jiwa baik di pihak masyarakat maupun kepolisian,” ungkap Kapolres Yustinus.

Kapolres melanjutkan bahwa dari insiden tersebut, Polres Mappi berhasil menangkap tiga orang pelaku, yang kini sedang menjalani pemeriksaan untuk mengungkap peran masing-masing dalam penyerangan tersebut. Sementara itu, tujuh pelaku lainnya masih dalam pengejaran oleh petugas.

“Berdasarkan keterangan dari ketiga pelaku yang sudah diamankan, kami telah mengetahui peran mereka dalam kejadian ini. Saat ini, kami terus melakukan pengejaran terhadap tujuh pelaku lainnya,” tambah Kapolres.

Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi situasi dan tidak mudah terprovokasi. Ia menegaskan bahwa kehadiran polisi di lokasi kejadian adalah untuk mengamankan pelaku penganiayaan dan menciptakan suasana yang aman serta tentram.

“Pihak kepolisian hadir untuk menciptakan keamanan di masyarakat. Seharusnya, masyarakat mendukung upaya kami dalam menangkap pelaku penganiayaan, bukan malah terprovokasi untuk menyerang anggota polisi. Tindakan tersebut tidak pantas dan terkesan melindungi pelaku kejahatan,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page