MERAUKE || Cendrawasi7 – Situasi di Distrik Edera, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, berangsur kondusif setelah pertikaian antar kelompok warga yang sempat membuat aktivitas masyarakat lumpuh. Dua kelompok yang bertikai kini sepakat menahan diri dan tidak melakukan provokasi.
Kesepakatan itu dicapai setelah Polsek Edera bersama pemerintah distrik mempertemukan kedua kelompok di Mapolsek Edera, Senin (7/9/2026). Tokoh adat dan tokoh masyarakat dari kedua belah pihak turut dilibatkan dalam upaya meredakan ketegangan.
Kapolsek Edera Iptu M. Rusli Yusuf mengatakan kondisi keamanan di lapangan saat ini jauh lebih tenang. Polisi tetap melakukan pengamanan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.
”Kedua kubu telah kami pertemukan dan mereka bersepakat untuk sama-sama menahan diri serta tidak saling memprovokasi,” kata Rusli saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Pertikaian tersebut disebut bermula dari persoalan yang dipicu minuman keras. Awalnya, perselisihan melibatkan sejumlah pemuda dari Kompleks Jalan Angkasa RT 01 dan Kompleks Jalan Astra RT 10.
Perselisihan kemudian berkembang hingga melibatkan kelompok warga antarkampung. Aksi saling serang sempat membuat aktivitas masyarakat di ibu kota Distrik Edera terhenti. Tiga rumah juga dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Untuk mencegah konflik meluas, personel Polsek Edera diterjunkan ke lokasi dan melakukan pengamanan. Polisi juga mendapat dukungan personel Brimob Kompi 2 Batalyon B, dan dari Koramil 1704- 02 Bade untuk menjaga sejumlah titik dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Selain melakukan pengamanan, polisi memilih jalur mediasi dengan mempertemukan kedua kelompok. Langkah tersebut dilakukan untuk meredam emosi warga sekaligus membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan.
Meski kedua kelompok telah sepakat menahan diri, penyelesaian persoalan yang menjadi akar pertikaian belum dilakukan secara tuntas. Polisi masih menunggu sejumlah warga yang terlibat langsung dalam kejadian untuk menghadiri pertemuan berikutnya.
”Untuk penyelesaian akar pemicu bentrokan, prosesnya terpaksa kami tunda sementara karena beberapa warga yang terlibat langsung dalam pertikaian tersebut belum bisa hadir,” ujar Rusli.
Rusli meminta masyarakat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa dan bersama-sama menjaga keamanan. Warga juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial.
”Saya harap seluruh masyarakat tidak termakan atau menyebarkan informasi ataupun isu-isu yang berkaitan dengan situasi kamtibmas saat ini menjadi bola liar yang dapat merusak komitmen kita bersama untuk menjaga kamtibmas,” tegasnya. (*)





