Berita

Warga Malanu Geram, Galian C Diduga Ilegal Rusak Jalan dan Ancam Kesehatan

Avatar photo
169
×

Warga Malanu Geram, Galian C Diduga Ilegal Rusak Jalan dan Ancam Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Social Share

đź“°CENDRAWASI7.COM

Sorong, Papua Barat Daya — Aktivitas galian C di wilayah Malanu, Kota Sorong, menuai kemarahan warga. Truk-truk pengangkut pasir yang lalu-lalang setiap hari menyebabkan kerusakan jalan parah, debu tebal, serta gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Warga di kawasan KPR Exim dan Pepabri mengaku sudah lama menahan keresahan. Namun hingga kini, aktivitas tersebut tetap berjalan tanpa kejelasan izin. Senin (02/02/2026)

 

Jalan kami sudah hancur, debu masuk rumah, anak-anak dan orang tua sering batuk. Ini sudah sangat mengganggu,” ujar salah satu warga KPR Exim.

Ketua RT dan RW setempat menegaskan bahwa kegiatan galian C ini telah berlangsung cukup lama dan terkesan kebal hukum.

 

Kami sudah berulang kali mengeluh, tapi seolah-olah tidak ada penindakan. Ini seperti dibiarkan,” tegas salah satu Ketua RT.

 

Seorang warga bahkan menyebut nama pengusaha berinisial Ulfa, yang diduga sebagai pengelola galian C, dan disebut-sebut tidak mengantongi izin resmi.

 

Kami menduga ini galian ilegal. Kalau memang ada izin, tolong tunjukkan ke masyarakat. Jangan kami yang jadi korban,” kata warga lainnya.

 

Puncak kekecewaan warga berujung pada aksi pemalangan jalan menuju lokasi galian C. Warga secara tegas menuntut agar aparat penegak hukum segera turun tangan.

 

Kami minta galian C ini diperiksa dan ditutup. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak,” tegas perwakilan warga saat aksi.

 

Menanggapi hal tersebut, Komisi III dan Komisi IV DPRD Kota Sorong langsung turun ke lokasi. Ketua Komisi III DPRD Kota Sorong, Robert Malaseme, berjanji akan menindaklanjuti secara serius.

 

Kami akan segera menggelar rapat dan memanggil semua pihak terkait, termasuk pengelola galian C, untuk dimintai klarifikasi. Jika terbukti melanggar, tentu akan kami rekomendasikan untuk ditindak sesuai aturan,” tegas Robert Malaseme.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola galian C belum memberikan konfirmasi kepada awak media.

 

đź–ŠReporter: Evelin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page