Merauke||Cendrawasi7, Tokoh masyarakat Marga Balagaize Kampung Wogikel, Tarsianus Balagaize, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Namun, ia meminta pembangunan tersebut memberikan manfaat nyata dan melibatkan masyarakat asli Wanam, terutama dalam penyerapan tenaga kerja.

Pernyataan itu disampaikan Tarsianus saat bertemu dengan masyarakat Kampung Wogikel dan masyarakat asli Wanam di halaman rumahnya, Kamis (24/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan dukungan sekaligus menampung aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan pembangunan di wilayah itu.
Tarsianus mengatakan masyarakat pada prinsipnya mendukung PSN karena diharapkan mampu mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga di Distrik Ilwayab.
“Kita pada prinsipnya mendukung pembangunan yang dilaksanakan melalui PSN. Harapannya, masyarakat asli Wanam juga bisa mendapatkan manfaat dan ikut terlibat dalam pembangunan di wilayah kita,” kata Tarsianus.

Menurutnya, manfaat yang paling diharapkan masyarakat adalah terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga asli Wanam. Keterlibatan tenaga kerja lokal dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan yang berlangsung di wilayahnya.
Meski demikian, masyarakat masih mempertanyakan kejelasan data calon tenaga kerja asli Wanam yang sebelumnya telah diserahkan kepada perusahaan. Mereka meminta informasi mengenai warga yang sudah diterima bekerja maupun yang masih menjalani proses seleksi.
“Saya dan seluruh masyarakat yang hadir berharap ada kejelasan mengenai data yang sudah disampaikan kepada perusahaan. Masyarakat perlu mengetahui perkembangannya, siapa yang sudah diterima dan siapa yang masih menunggu,” ujarnya.
Tarsianus berharap perusahaan dan pihak terkait segera memberikan penjelasan agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai proses penerimaan tenaga kerja tersebut.

Selain meminta kejelasan lapangan kerja, Tarsianus mengingatkan masyarakat agar menjaga kepercayaan apabila memperoleh kesempatan bekerja. Tenaga kerja lokal diminta menjalankan tugas secara disiplin, bertanggung jawab, serta mematuhi aturan perusahaan.
“Kalau sudah diberikan kesempatan bekerja, kita harus menjaga kepercayaan itu. Bekerjalah dengan disiplin dan bertanggung jawab. Jangan membawa kebiasaan mabuk ke tempat kerja karena bisa mengganggu pekerjaan dan mencoreng nama baik masyarakat kita,” tegasnya.
Ia menilai kedisiplinan dan tanggung jawab tenaga kerja lokal dapat membangun kepercayaan perusahaan sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat asli Wanam lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, warga turut menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan PSN. Namun, mereka berharap keterlibatan masyarakat lokal tetap menjadi perhatian dalam setiap tahapan pembangunan di wilayah Wanam.
Tarsianus juga mengajak masyarakat menjaga komunikasi serta menyampaikan berbagai persoalan melalui pertemuan dan musyawarah. Menurutnya, dukungan terhadap pembangunan harus berjalan seiring dengan terbukanya ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasi.
“Kalau ada yang menjadi aspirasi masyarakat, mari kita sampaikan melalui komunikasi yang baik. Kita tetap mendukung pembangunan, tetapi masyarakat juga harus diberikan ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan aspirasinya,” ucap Tarsianus.
Pertemuan itu turut dihadiri Ketua Adat LMA Distrik Ilwayab Yohanis Agabi Mahuze, Wakil Ketua Adat Distrik Ilwayab Marianus Magaepe Moiwend, Ketua Marga Moiwend Kampung Wogikel Falentinus Gewa Moiwend, serta masyarakat Kampung Wogikel dan masyarakat asli Wanam.
Tarsianus berharap PSN tetap berjalan dengan mengedepankan keterlibatan masyarakat lokal dan memberikan dampak langsung bagi warga Distrik Ilwayab.
“Yang kita harapkan adalah pembangunan tetap berjalan, masyarakat lokal ikut terlibat dan mendapatkan manfaat. Kalau sudah diberikan kesempatan, mari kita jaga kepercayaan itu dengan bekerja baik dan menjaga nama baik masyarakat asli Wanam,” pungkasnya. (C7)





