Berita

Tokoh Adat Waropen Dorong Masyarakat Bangun Kemandirian Pangan dari Kampung

Avatar photo
×

Tokoh Adat Waropen Dorong Masyarakat Bangun Kemandirian Pangan dari Kampung

Sebarkan artikel ini
Social Share

Waropen||Cendrawasi7.com, Tanah dan hutan bukan sekadar kekayaan alam, tetapi merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Tokoh Adat Waropen, Derek Imbiri, mengajak masyarakat mulai mengelola potensi tersebut secara lebih maju dan produktif melalui penguatan sektor pertanian. Rabu (23/09/2026)

Menurut Derek, Waropen memiliki potensi lahan dan sumber daya alam yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ia menilai pengembangan pertanian perlu menjadi perhatian bersama, terutama di tingkat kampung. Setiap kampung diharapkan dapat mengembangkan sektor pertanian sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah masing-masing.

“Tanah dan hutan yang kita miliki adalah sumber kehidupan. Karena itu, kita harus mulai berpikir lebih maju bagaimana mengelolanya secara produktif, tetapi tetap menjaga keberlanjutan dan memikirkan kebutuhan generasi yang akan datang,” ujar Derek.

Derek mengatakan, kemandirian pangan tidak harus selalu dimulai dari program berskala besar. Menurutnya, masyarakat dapat memulainya dari lingkungan keluarga, kemudian berkembang melalui kelompok masyarakat hingga masyarakat adat di setiap kampung.

Ia mengajak masyarakat Waropen mulai menanam dan membudidayakan berbagai bibit tanaman pertanian yang sesuai dengan kondisi wilayah.

Langkah tersebut, kata Derek, dapat menjadi bagian dari upaya memenuhi sebagian kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi.

“Kalau setiap keluarga mulai menanam, kemudian kelompok masyarakat dan kampung ikut bergerak, maka kita bisa membangun kekuatan pangan dari bawah,” katanya.

Menurutnya, potensi pertanian di setiap wilayah tidak harus sama. Masyarakat dapat memilih jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah, iklim, serta kebiasaan dan pengetahuan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Derek juga menilai momentum menyongsong Hari Tani Nasional 2026 dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap pentingnya sektor pertanian.

Ia berharap momentum tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat mendorong gerakan nyata masyarakat dalam memanfaatkan lahan dan mengembangkan budidaya pertanian.

“Momentum Hari Tani Nasional harus kita jadikan sebagai pengingat bahwa petani dan pertanian memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Kita harus mulai bergerak dari kampung dan keluarga masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut, Derek Imbiri menegaskan bahwa kemandirian pangan di Waropen perlu dibangun melalui inisiatif masyarakat adat.

Menurutnya, masyarakat adat memiliki pengetahuan lokal mengenai tanah, tanaman, lingkungan, serta cara mengelola sumber daya alam yang dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan zaman.

Pemanfaatan lahan, pengetahuan lokal, budidaya tanaman hingga pengelolaan hasil pertanian, kata Derek, perlu diperkuat agar masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga dapat memperoleh manfaat ekonomi dari sektor tersebut.

Ia berharap hasil pertanian ke depan tidak hanya menjadi sumber konsumsi keluarga, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi masyarakat kampung.

Derek menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat Waropen.

Menurutnya, apa yang dilakukan masyarakat saat ini akan menentukan ketersediaan pangan dan kondisi kehidupan generasi yang akan datang.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Waropen untuk menjaga tanah dan hutan, memanfaatkan lahan secara bijaksana, serta mulai membangun budaya bertani yang berkelanjutan.

“Yang kita tanam hari ini bukan hanya untuk kita makan hari ini. Kita sedang menyiapkan sumber kehidupan untuk anak cucu kita. Karena itu, tanah harus dijaga, pertanian harus dikembangkan, dan hasilnya harus dikelola dengan baik,” pungkas Derek Imbiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page