Papua Selatan

Tokoh Adat Waninggap Kay Siap Kawal PSN, Minta Masyarakat Dilibatkan ‎

Avatar photo
×

Tokoh Adat Waninggap Kay Siap Kawal PSN, Minta Masyarakat Dilibatkan ‎

Sebarkan artikel ini
Social Share

MERAUKE||Cendrawasi7, Ratusan warga dan tokoh adat Kampung Waninggap Kay, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Strategis Nasional (PSN). Namun, masyarakat adat meminta keterlibatan mereka tetap menjadi perhatian dalam setiap tahapan pelaksanaan program.

‎

‎Dukungan itu mengemuka dalam sosialisasi bertajuk “Bersama Masyarakat Sukseskan Program Strategis Nasional (PSN) untuk Merauke yang Mandiri dan Sejahtera” di Kampung Waninggap Kay, Jumat (21/8/2026).

‎

‎Kegiatan yang diinisiasi Ketua Marga Samkakai, Robertus Kanawi Samkakai, tersebut diikuti sekitar 100 peserta. Mantan Bupati Merauke sekaligus akademisi Universitas Musamus, Frederikus Gebze, S.E., M.Si., hadir sebagai narasumber utama.

‎

‎Sejumlah tokoh adat turut hadir, di antaranya Selsiusmbitu Gebze dari Marga Gebze, Salman Takri Mahuze dari Marga Mahuze, Hariyanto Kaize dari Marga Kaize, serta tokoh perempuan Rupina Gepze.

‎

‎Robertus mengatakan masyarakat adat perlu mengambil peran aktif dalam mengawal pelaksanaan PSN. Menurutnya, pembangunan harus tetap memperhatikan hak-hak ulayat sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat setempat.

‎

‎”Kegiatan ini menjadi wadah diskusi agar warga Kampung Waninggap Kay siap beradaptasi, bersikap kritis, serta mengambil peran aktif dalam mendukung Merauke yang mandiri dan sejahtera,” ujar Robertus.

‎

‎Sementara itu, Frederikus Gebze mengatakan PSN yang mencakup sejumlah sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga ketahanan pangan, merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Merauke.

‎

‎Ia mengajak masyarakat mencermati setiap informasi mengenai PSN dan tidak mudah terpengaruh oleh pandangan pihak luar yang dinilai tidak memahami kondisi masyarakat di lapangan.

‎

‎”Kehadiran program nasional ini berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga. Jika ada dampak lingkungan, itu adalah konsekuensi yang harus kita kelola secara bijak bersama. Masyarakat adat berhak menjadi penjaga keamanannya sendiri dari pihak mana pun yang mencoba menghalangi pembangunan,” kata Frederikus.

‎

‎Dukungan terhadap PSN juga disampaikan Ketua Marga Gebze, Selsiusmbitu Gebze. Ia menyebut masyarakat siap mengawal berbagai program pemerintah yang saat ini berjalan di Merauke, mulai dari Cetak Sawah Rakyat (CSR), Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga program Kampung Nelayan.

‎

‎Meski demikian, Selsiusmbitu menekankan bahwa masyarakat adat perlu dilibatkan dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Keterlibatan tersebut dinilai penting agar pembangunan memberikan manfaat langsung sekaligus meminimalkan potensi persoalan maupun konflik sosial di tengah masyarakat.

‎

‎Sosialisasi tersebut menjadi ruang bagi warga dan tokoh adat Waninggap Kay untuk menyamakan pandangan terhadap pembangunan yang berlangsung di Merauke. Dukungan terhadap PSN diharapkan berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak masyarakat adat serta peningkatan kesejahteraan warga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page