MERAUKE||Cendrawasi7, Komitmen untuk memperkuat pembinaan dan pengembangan olahraga bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Merauke terus menunjukkan progres positif. Setelah turut berperan dalam pembentukan kepengurusan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Papua Selatan, anggota Lanud J.A. Dimara, Peltu Deni Zulkarnaen, S.IP, kembali dipercaya mengemban tugas penting melalui mandat pembentukan pengurus NPCI Kabupaten Merauke. Senin (08/06/2026).
‎Mandat tersebut menjadi langkah awal dalam menghadirkan organisasi olahraga disabilitas yang lebih terstruktur di tingkat kabupaten. Menindaklanjuti amanah tersebut, Peltu Deni bersama tim yang tergabung dalam surat mandat langsung melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan jajaran pengurus NPCI Provinsi Papua Selatan guna menyusun struktur kepengurusan definitif NPCI Kabupaten Merauke.
‎Dari hasil pembahasan awal, kerangka kepengurusan mulai terbentuk. Salah satu nama yang diusulkan sebagai calon Ketua NPCI Kabupaten Merauke adalah Serka Ardiles Nixson Yowei, anggota TNI AD yang juga merupakan atlet para renang berprestasi. Ardiles diketahui pernah memperkuat Provinsi Papua pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) dan memiliki pengalaman panjang dalam dunia olahraga disabilitas.
‎Pembentukan kepengurusan NPCI Kabupaten Merauke mengacu pada ketentuan organisasi yang menegaskan bahwa kepemimpinan organisasi olahraga penyandang disabilitas harus berasal dari kalangan penyandang disabilitas itu sendiri. Karena itu, jabatan Ketua dan Sekretaris wajib diisi oleh penyandang disabilitas sebagai bentuk representasi sekaligus pemberdayaan dalam organisasi.
‎Sebagai Ketua Tim Penyusunan Pengurus NPCI Kabupaten Merauke, Peltu Deni menegaskan bahwa proses pembentukan kepengurusan harus segera dirampungkan agar organisasi dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal, terutama dalam pembinaan atlet.
‎”Kepengurusan ini harus segera terbentuk sehingga NPCI Kabupaten Merauke dapat berjalan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Yang paling penting adalah segera melakukan pembinaan atlet, karena pembinaan atlet penyandang disabilitas merupakan kewenangan dan tanggung jawab di tingkat kabupaten,” ujar Deni.
‎Menurutnya, setelah struktur kepengurusan selesai disusun, hasilnya akan segera dilaporkan kepada Bupati Merauke selaku pembina organisasi untuk mendapatkan arahan sekaligus menentukan jadwal pelantikan pengurus definitif.
‎Lebih lanjut, Deni berharap kehadiran NPCI Kabupaten Merauke dapat menjadi wadah yang mampu menjaring, membina, dan melahirkan atlet-atlet disabilitas berprestasi yang siap bersaing di berbagai ajang olahraga.
‎”Kami berharap setelah kepengurusan terbentuk, ketua dan seluruh jajaran pengurus dapat langsung bekerja melakukan pendataan, pembinaan, serta seleksi atlet penyandang disabilitas. Dengan demikian, mereka dapat menunjukkan kualitas dan kemampuan terbaiknya dalam menghadapi persiapan menuju Peparnas XVIII,” katanya.
‎Pembentukan NPCI Kabupaten Merauke diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem olahraga disabilitas di Papua Selatan. Selain membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berprestasi, keberadaan NPCI juga diharapkan mampu mencetak atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Merauke, Papua Selatan, hingga Indonesia di tingkat nasional. (*)





