Papua Selatan

Tak Puas Jawaban Manajemen, Ratusan Karyawan PT MNM Merauke Gelar Protes

Avatar photo
×

Tak Puas Jawaban Manajemen, Ratusan Karyawan PT MNM Merauke Gelar Protes

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Sekitar 300 karyawan Divisi Agri PT Murni Nusantara Mandiri (MNM) menggelar aksi protes di Kampung Nalkin, Distrik Jagebob, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Aksi berujung pada pemalangan akses masuk perusahaan setelah karyawan tidak puas dengan jawaban manajemen atas sejumlah tuntutan.

‎

‎Aksi berlangsung pada Kamis (1/10/2026). Karyawan menuntut kejelasan status kerja, pembayaran gaji, fasilitas tempat tinggal, hingga kesempatan kerja bagi anak-anak Papua dan anggota marga pemilik hak ulayat.

‎

‎Berdasarkan laporan kegiatan, karyawan mulai berkumpul di halaman kantor perusahaan sekitar pukul 06.00 WIT. Mereka kembali menyampaikan tuntutan yang sebelumnya diajukan pada akhir September 2026.

‎

‎Sekitar pukul 07.30 WIT, pimpinan HRD PT MNM Yohana Halim bersama pimpinan Agri Hari Rohman menyampaikan jawaban manajemen. Namun, jawaban tersebut belum dapat diterima oleh peserta aksi.

‎

‎Karyawan kemudian melanjutkan protes dengan berorasi. Sekitar pukul 09.30 WIT, mereka bergeser ke pintu pos keamanan, menutup portal, dan menggali jalan menggunakan ekskavator. Akibatnya, akses masuk perusahaan terputus dan mobilitas di lokasi terhambat.

‎

‎Tuntut Status Tetap hingga Kesempatan Kerja bagi Warga Papua

‎

‎Tuntutan karyawan dan marga pemilik hak ulayat mencakup kejelasan pengaturan hari kerja serta pengangkatan menjadi karyawan tetap. Mereka juga meminta perubahan kebijakan perusahaan disosialisasikan kepada karyawan.

‎

‎Dalam urusan pengupahan, peserta aksi meminta tanggal pembayaran gaji dimajukan menjadi tanggal 5. Slip gaji diminta diberikan setelah tutup buku, jika memungkinkan pada tanggal 1, dengan rincian yang lebih jelas.

‎

‎Mereka turut meminta penjelasan mengenai kesamaan gaji operator dan helper, premi operator pada hari Minggu dan hari libur, serta premi pengemudi dump truck untuk pengantaran karyawan ke kampung-kampung.

‎

‎Kesempatan kerja bagi warga Papua juga menjadi perhatian. Peserta aksi meminta pembatasan penerimaan operator alat berat dari luar Papua serta penghentian penerimaan karyawan training dari luar Papua.

‎

‎Mereka meminta anggota marga diberi kesempatan bekerja di bagian HRD, administrasi, humas, dan operator. Peluang bagi anak-anak Papua untuk menjadi mandor atau pengawas juga diminta diperluas.

‎

‎Selain itu, peserta aksi meminta lamaran kerja segera diproses, prosedur perpindahan karyawan tanam menjadi operator diperjelas, serta informasi lowongan pengawas, mandor, dan asisten diumumkan melalui papan pengumuman.

‎

‎Tuntutan lainnya berkaitan dengan penyediaan dan perbaikan mess karyawan, kendaraan sepeda motor bagi 23 marga pemilik hak ulayat, tiket cuti operator dari jalur trainee, serta transportasi yang lebih aman untuk mobilisasi karyawan dari Sakor.

‎

‎Akses Dibuka Kembali Pukul 14.20 WIT

‎

‎Pengamanan aksi melibatkan personel Polsek Jagebob yang dipimpin Kapolsek Iptu Turhamun, personel Brimob Yon B Pelopor Merauke di bawah pimpinan Iptu Suwardi A. Tosofu, serta petugas keamanan perusahaan.

‎

‎Sekitar pukul 12.00 WIT, peserta aksi mulai membubarkan diri. Mereka diantar kembali ke tempat tinggal masing-masing menggunakan dump truck.

‎

‎Akses jalan yang sempat terputus dibuka kembali sekitar pukul 14.20 WIT. Aktivitas perusahaan kemudian dapat berjalan kembali.

‎

‎Laporan tersebut belum memuat rincian jawaban manajemen atas masing-masing tuntutan maupun kesepakatan lanjutan dengan karyawan dan marga pemilik hak ulayat. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page