Merauke, Cendrawasi7.com – Sebanyak 90 persen mahasiswa STKIP YASTAQI Merauke merupakan orang asli Papua (OAP). Kontribusi kampus dalam membuka akses pendidikan bagi OAP mendapat apresiasi dari anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan yang juga menjabat Ketua MUI Papua Selatan, H. Abdul Awal Gebze.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam tasyakuran akreditasi institusi STKIP YASTAQI Merauke di kampusnya, Jalan Ternate, Merauke, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan dihadiri civitas akademika, ketua yayasan, dan para ketua program studi.
Abdul Awal menyampaikan terima kasih kepada STKIP YASTAQI Merauke yang telah membuka kesempatan belajar, mendidik, serta mendampingi mahasiswa OAP. Menurutnya, keberadaan mahasiswa OAP yang mencapai 90 persen dari total mahasiswa menunjukkan besarnya peran kampus dalam pengembangan sumber daya manusia Papua.
Ia menilai capaian akreditasi institusi menjadi kebanggaan bersama sekaligus langkah maju untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Papua Selatan.
Momentum tersebut juga menjadi pengingat agar dana otonomi khusus (otsus) benar-benar dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia OAP.
“Dana Otsus yang dikucurkan pemerintah pusat harus sungguh-sungguh dipergunakan tepat sasaran bagi kemajuan sumber daya manusia di kalangan orang asli Papua, khususnya yang ada di kampung-kampung,” ujarnya.
Abdul Awal menjelaskan, MRP merupakan representasi kultural orang asli Papua yang memiliki tugas perlindungan, pemberdayaan, dan keberpihakan terhadap OAP. Peran itu dijalankan untuk mendukung percepatan pembangunan di Tanah Papua.
Ia mengatakan MRP Papua Selatan telah mendorong dan mengawal penggunaan dana otsus melalui organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu, baik di tingkat pemerintah provinsi maupun kabupaten.
Dengan capaian akreditasi tersebut, STKIP YASTAQI Merauke diharapkan terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat kontribusinya dalam menyiapkan sumber daya manusia Papua Selatan.
Acara tasyakuran ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. (C7)





