MERAUKE, Cendrawasi7.com – Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengajak warga Pasundan memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Apolo saat menghadiri silaturahmi dan syukuran warga Pasundan Papua Selatan di Ballroom A Hotel Swiss-Belhotel Merauke, Minggu (11/10/2026).
Mengusung tema “Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh”, kegiatan ini dihadiri sekitar 350 tamu undangan, termasuk pengurus dan warga Pasundan dari Merauke, Boven Digoel, Mappi, serta Asmat.
Apolo mengatakan, falsafah masyarakat Sunda tersebut mengandung nilai saling mencerdaskan, saling mengasihi, dan saling membimbing. Nilai itu, menurutnya, relevan dengan kehidupan masyarakat Papua Selatan yang memiliki beragam latar belakang.
Di tengah perbedaan suku, agama, dan etnis, semangat persaudaraan diperlukan untuk memperkuat persatuan serta membangun sikap saling menghormati.
“Kita sama-sama meyakini bahwa perbedaan bukanlah halangan untuk kita bersatu, saling membantu, saling tolong-menolong, saling menghormati, dan saling menghargai,” ujar Apolo.
Ia berharap keluarga besar Paguyuban Pasundan terus mengambil bagian dalam menjaga kerukunan serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong di Papua Selatan.
Apolo juga menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk membangun wilayah Papua Selatan yang luas.
“Inilah negeri yang Tuhan karuniakan kepada kita, mari kita sama-sama bangun negeri kita,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pasundan Papua Selatan H. Asep Suryaputra menyampaikan harapan agar silaturahmi tersebut mempererat hubungan warga Pasundan dengan pemerintah daerah.
Menurut Asep, paguyuban memiliki misi memerangi kebodohan dan kemiskinan. Semangat tersebut menjadi landasan bagi warga Pasundan untuk turut berkontribusi dalam pembangunan di Papua Selatan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada gubernur, bupati, dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Bupati Merauke Yoseph Gebze mengatakan, keberadaan warga Pasundan menjadi salah satu gambaran keberagaman masyarakat di Merauke dan Papua Selatan yang kerap disebut sebagai “Indonesia Mini”.
Meski berasal dari suku, agama, dan latar belakang berbeda, masyarakat memiliki komitmen yang sama untuk hidup bersama dalam bingkai Persatuan Indonesia.
Yoseph mengajak warga Pasundan saling mengenal dan memahami nilai budaya masyarakat setempat. Dengan begitu, kebersamaan dapat terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah.
“Kita maju, bertumbuh, berkembang bersama di atas tanah yang kita cintai ini,” ujarnya.
Senada, Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah menekankan pentingnya menjaga persatuan dan sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.
Ia mengatakan, pembangunan Merauke merupakan tanggung jawab bersama, termasuk paguyuban yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di daerah tersebut.
Ketua HKJSM Papua Selatan Sunaryo turut mengajak warga Pasundan memperkuat kekompakan dan menerapkan nilai “Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh” dalam kehidupan sehari-hari.
Selain sambutan, kegiatan diisi dengan penampilan tari Jaipong kontemporer, atraksi pencak silat, tarian Sanggar Pasundan, serta menyanyikan lagu Tanah Papua.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan berlangsung aman serta lancar. (C7)





