Jayapura||Cendrawasi7, Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih (KMP) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina Patra Niaga memperluas akses air bersih di wilayah Papua. Program ini diwujudkan melalui pembangunan sarana sumur air bersih di tiga titik, termasuk kawasan perbatasan Papua dan Papua Nugini.
Tiga lokasi tersebut berada di Pasir Dua dan Imbi, Kota Jayapura, serta Kampung Mosso yang terletak di wilayah perbatasan. Penyediaan sarana air bersih ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan dasar secara berkelanjutan.
Peresmian pembangunan sumur dilakukan langsung oleh Ketua Bidang IV SERUNI KMP Sri Suparni Bahlil Lahadalia, didampingi Ernawati Trenggono, Metty Herindra, Tina Astari Maman Abdurrahman, dan Shinta Maruarar Sirait. Sri Suparni mengapresiasi kolaborasi Pertamina Patra Niaga yang dinilai menghadirkan pendekatan humanis melalui program berbasis kebutuhan masyarakat.
“Dua titik sarana air bersih berada di lingkungan sekolah, yakni SD Negeri Inpres Pasir 2 Jayapura dan SD Negeri Mosso di wilayah perbatasan Papua–Papua Nugini. Ini sangat membantu kebutuhan air untuk warga dan juga menunjang kegiatan belajar mengajar. Satu titik lainnya di kawasan perkampungan nelayan di Imbi, sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan air secara bijak untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Kepala SD Negeri Inpres Pasir 2, Yulita, mengaku bersyukur sekolahnya mendapat bantuan sumur bor. Menurutnya, sejak berdiri 42 tahun lalu, baru kali ini dilakukan renovasi besar termasuk penyediaan sarana air bersih.
“Kami sangat senang. Perubahan ini membuat anak-anak lebih nyaman belajar. Air bersihnya juga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala SD Negeri Mosso, Stevanus Mandowen. Ia menyebut fasilitas tersebut akan membantu aktivitas belajar bagi 85 siswa asli Kampung Mosso dan 13 siswa berkewarganegaraan Papua Nugini yang bersekolah di sana.
“Sekolah kami berada di perbatasan, para tenaga pendidik menjalankan tugas mulia di wilayah ini. Sarana air bersih sangat membantu pembiasaan hidup bersih bagi anak-anak dan mendukung proses belajar,” ujarnya.
Manfaat sumur bor juga dirasakan warga Imbi. Ketua RT 04 Kelurahan Imbi, Sokrates Wanggai, menyebut fasilitas itu menjadi sumber air penting bagi masyarakat dan perlu dijaga bersama.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Papua Maluku PT Pertamina Patra Niaga, Ispiani Abbas, menjelaskan pembangunan sumur air bersih merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Fasilitas yang dibangun mencakup mesin sumur, menara dan toren air, instalasi listrik, hingga titik kran distribusi.
“Air bersih adalah kebutuhan fundamental. Kami berharap program ini memberi manfaat jangka panjang serta meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Jayapura dan Mosso. Kondisi sumur juga akan terus kami pantau agar berkelanjutan,” ujarnya.
Program kolaborasi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah operasional perusahaan hingga kawasan perbatasan. (*)
