Papua Selatan

Sempat Terdampak Situasi Keamanan, 12 Bandara di Papua Kembali Layani Penerbangan

Avatar photo
×

Sempat Terdampak Situasi Keamanan, 12 Bandara di Papua Kembali Layani Penerbangan

Sebarkan artikel ini
Social Share

‎MERAUKE || Cendrawasi7 – Sejumlah bandar udara dan lapangan terbang di wilayah Papua yang sebelumnya sempat ditutup karena pertimbangan keamanan kini kembali beroperasi. Pengamanan diperkuat melalui koordinasi otoritas penerbangan bersama pemerintah daerah serta TNI-Polri.

‎

‎Kepala Seksi Keamanan Angkutan Udara dan Pelayanan Bandara Otoritas Bandara Wilayah X, Frely B. Tousalwa, mengatakan operasional penerbangan saat ini telah berjalan setelah sebelumnya dilakukan langkah-langkah pengamanan, termasuk dukungan personel TNI.

‎

‎“Sekarang semuanya sudah beroperasional seperti biasa, karena memang kemarin ada perbantuan daripada TNI dan kami juga diminta data-data untuk kesiapan personel yang akan ditaruh di bandara-bandara tersebut,” kata Frely kepada wartawan. Selasa (15/09/2026)

‎

‎Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 12 bandara maupun lapangan terbang yang sebelumnya terdampak situasi keamanan.

‎

‎Di wilayah Papua Selatan terdapat Satpel Koroway Batu yang berada di bawah UPBU Tanah Merah, Bandar Udara Bomakia, Satpel Yaniruma di Boven Digoel, serta Satpel Manggelum yang berada di bawah UPBU Tanah Merah.

‎

‎Sementara titik lainnya meliputi Lapangan Terbang Kapiraya, Lapangan Terbang Iwur, Lapangan Terbang Faowi, Lapangan Terbang Dagai, Lapangan Terbang Aboy, Lapangan Terbang Teraplu, Lapangan Terbang Beoga, serta Bandar Udara Paro.

‎

‎Frely mengatakan, khusus Papua Selatan terdapat sekitar empat bandar udara yang sempat ditutup berkaitan dengan perkembangan situasi keamanan.

‎

‎“Untuk Papua Selatan sendiri kurang lebih ada sekitar empat bandar udara yang kemarin sempat ditutup, yang berkaitan dengan peristiwa kemarin,” ujarnya.

‎

‎Penutupan sementara dilakukan setelah koordinasi dengan pihak terkait dengan mempertimbangkan aspek keamanan. Dukungan personel keamanan kemudian diberikan untuk menjaga fasilitas penerbangan sekaligus memungkinkan pelayanan kembali berjalan.

‎

‎Selain 12 titik tersebut, terdapat sejumlah bandara yang tetap beroperasi dengan perhatian dan pengamanan khusus. Bandara itu antara lain Bandar Udara Kiwirok, Bandar Udara Moanamani, Satpel Sinak, Satpel Agandugume, dan Bandar Udara Ilu.

‎

‎Pengawasan di titik-titik tersebut diperkuat dengan dukungan TNI-Polri serta evaluasi terhadap perkembangan situasi dan risiko keamanan.

‎

‎Meski operasional penerbangan telah kembali berjalan, Frely menegaskan keamanan tetap menjadi perhatian utama. Otoritas bandara terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan di masing-masing wilayah.

‎

‎“Untuk masalah keamanan ini kan berorientasi kepada keamanan nasional, jadi memang kami tetap koordinasi dan komunikasi dengan para pemda setempat maupun TNI-Polri yang berada di bandara-bandara udara tersebut. Sejauh ini beroperasional dengan baik,” pungkasnya. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page