MERAUKE||Cendrawasi7, Ratusan jemaah mengikuti Doa Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Masjid Raya Al Aqsha Merauke, Papua Selatan, Senin (17/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memanjatkan doa bagi bangsa sekaligus memperkuat persatuan dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
Doa Kebangsaan dimulai sekitar pukul 15.45 WIT. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan istigasah dan selawat Nabi yang dipadukan dengan nuansa tarian Suku Marind oleh Aminullah bersama para santri Annajah.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Selatan H. Abdul Awal Gebze kemudian memimpin doa kebangsaan. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus memohon kedamaian, keamanan, dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Bupati Merauke Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian
Bupati Merauke Yoseph B. Gebze dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebangsaan sebagai milik bersama.
Menurut Yoseph, keamanan dan kenyamanan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pembangunan. Karena itu, pemerintah terus berupaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif agar berbagai program pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik.
Ia mengatakan, berbagai pembangunan telah dilaksanakan pemerintah dan akan terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Yoseph juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat untuk bergandengan tangan menjaga keamanan serta kedamaian, baik di Kabupaten Merauke maupun Papua Selatan secara umum.
Apolo: Jangan Menambah Masalah di Masyarakat
Sementara itu, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengajak masyarakat mensyukuri kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi dalam merayakan dan menyukseskan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Apolo mengakui masih terdapat berbagai tantangan dan persoalan dalam kehidupan masyarakat. Namun, kondisi tersebut, menurut dia, seharusnya mendorong setiap orang untuk saling membantu sesuai kemampuan masing-masing.
”Kalau kita bisa membantu banyak orang, mari kita bantu banyak orang. Kalau kita bisa membantu sedikit orang, mari kita bantu sedikit orang. Tetapi kalau kita tidak bisa membantu orang lain, jangan menjadi atau menambah masalah di masyarakat,” kata Apolo.
Dalam kesempatan itu, Apolo juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga perkataan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengutip pesan Imam Syafi’i mengenai luka fisik yang dapat sembuh, sementara luka akibat perkataan dapat membekas dalam waktu yang lama.
Karena itu, Apolo mengajak masyarakat menjaga lisan, menggunakan tutur kata yang baik, serta mengedepankan sikap positif dalam berinteraksi dengan sesama. (*)





