Merauke||Cendrawasi7, Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertandingan persahabatan bola voli antara tim Rajawali Lanud J. A Dimara Merauke dan tim voli asal Kabupaten Kiunga, Papua Nugini (PNG), yang digelar di GOR Hiad Sai, Merauke. Kamis (07/05/2026).
Pertandingan yang berlangsung selama dua hari, 6 hingga 7 Mei 2026 itu, tidak hanya menjadi ajang olahraga semata, tetapi juga mempererat hubungan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.
Rombongan tim voli Kiunga mendapat sambutan hangat dari masyarakat maupun Pemerintah Provinsi Papua Selatan selama berada di Merauke. Kehangatan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu dari negara tetangga itu.

Wali Kota Kiunga, Alfredo Salmon, mengungkapkan rasa senangnya bisa berkunjung sekaligus bertanding di Merauke yang dinilai memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Kiunga.
“Kami sangat senang bisa bermain di Merauke yang merupakan tetangga dekat kami di Indonesia,” kata Alfredo.
Menurut dia, pertandingan tersebut membawa pesan persaudaraan yang lebih besar dibanding sekadar hasil akhir pertandingan di lapangan.
“Kami datang bukan untuk menghitung kalah atau menang. Tujuan utama kami adalah membangun persahabatan dan mempererat hubungan persaudaraan,” ujarnya.
Alfredo juga berharap hubungan yang telah terjalin melalui olahraga itu dapat terus berlanjut. Bahkan, pihaknya berencana mengundang tim Rajawali Lanud J.A Dimara Merauke untuk melakukan pertandingan balasan di Kiunga, PNG.
“Kami berharap tim Rajawali dan pelatih bisa datang ke Kiunga untuk bermain bersama kami di sana,” lanjutnya.
Ia pun mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Merauke selama rombongan berada di Papua Selatan.
“Walaupun kami baru beberapa hari di sini, masyarakat Merauke sangat ramah dan menerima kami dengan baik,” ungkap Alfredo.
Di sisi lain, pelatih Rajawali Lanud J.A Dimara Merauke, Peltu Deni Zulkarnaen, menyampaikan kebanggaannya karena tim voli asal Merauke ternyata dikenal hingga ke Papua Nugini.
Menurutnya, olahraga telah menjadi sarana efektif untuk membangun hubungan baik antar masyarakat lintas negara.
“Olahraga menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan semua orang tanpa melihat batas negara,” kata Deni.

Pertandingan persahabatan itu kemudian ditutup dengan pertukaran cinderamata antara kedua tim sebagai simbol persaudaraan dan komitmen menjaga hubungan baik antara Merauke dan Kiunga di masa mendatang. (*)





