đź“°CENDRAWASI7.COM
📍Sorong, Papua Barat Daya — Proyek infrastruktur pengendalian banjir di Kota Sorong kembali menuai sorotan publik. Sejak awal pelaksanaan, proyek tersebut Diduga tidak memasang papan informasi, sehingga masyarakat tidak mengetahui identitas kontraktor, nilai anggaran, maupun masa kerja proyek.
Kondisi ini memperkuat keluhan warga bahwa proyek tanpa papan informasi semakin marak di Papua Barat Daya, dan menunjukkan lemahnya transparansi serta pengawasan pemerintah. Selasa (12/20/2025)
Alih-alih menyelesaikan persoalan banjir, proyek tersebut justru menimbulkan dampak serius terhadap layanan publik, yakni jebolnya pipa PDAM yang hingga kini telah berlangsung dua minggu tanpa penanganan jelas.
“Pipa PDAM ini sudah jebol dua kali akibat pekerjaan proyek ini. Yang pertama rusak, sekarang rusak lagi, dan sampai dua minggu belum ada perbaikan,” ungkap sumber dari pihak PDAM, Selasa, 20 November 2025.
Menurutnya, kerusakan terjadi akibat pekerjaan yang dilakukan tanpa kehati-hatian, dan meskipun pihak PDAM telah berulang kali menghubungi kontraktor, respons yang diharapkan belum terlihat.
“Kami sudah hubungi pihak kontraktor, tapi belum ada kejelasan. Sampai sekarang belum ada aktivitas perbaikan di lapangan,” tegasnya.
Akibat kerusakan tersebut, distribusi air bersih kepada warga terganggu. Sejumlah warga mengaku kecewa karena persoalan ini dibiarkan berlarut-larut.
“Air bersih ini kebutuhan utama. Kalau pipa jebol dibiarkan dua minggu, kami sangat dirugikan,” keluh seorang warga.
Warga lainnya juga menyoroti tidak adanya papan informasi proyek sejak awal.
“Dari awal saja tidak ada papan proyek. Kami tidak tahu ini pekerjaan siapa dan harus mengadu ke mana,” ujarnya.
Masyarakat menilai tujuan Wali Kota dalam mengatasi banjir seharusnya tidak berujung pada kerusakan fasilitas vital masyarakat. Mereka meminta agar proyek dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.
“Kalau proyek pemerintah dikerjakan asal-asalan, yang jadi korban selalu masyarakat. PU SDA harus turun tangan dan bertindak tegas,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor belum memberikan keterangan resmi, sementara masyarakat mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU SDA) Papua Barat Daya agar segera melakukan evaluasi, memanggil kontraktor, serta memastikan perbaikan pipa PDAM dilakukan tanpa penundaan lebih lanjut.
đź–ŠReporter : Evelin Dimara
📸Dokumentasi: Redaksi





