KesehatanProvinsi Papua selatan

Pemprov Papua Selatan Gandeng Kemenkes, Percepat Akses Layanan Spesialis ‎

Avatar photo
178
×

Pemprov Papua Selatan Gandeng Kemenkes, Percepat Akses Layanan Spesialis ‎

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Pemerintah Provinsi Papua Selatan menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mempercepat akses layanan kesehatan spesialis di wilayahnya. Langkah ini ditempuh melalui program pengampuan layanan prioritas yang ditargetkan mampu mengurangi ketergantungan rujukan pasien ke luar daerah.

‎Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Papua Selatan dan Kemenkes di Kantor Gubernur Papua Selatan, Selasa (5/5/2026).

‎Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengatakan provinsi yang dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022 itu masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam sektor layanan kesehatan.

‎Saat ini, Papua Selatan baru memiliki delapan rumah sakit dan 85 puskesmas yang tersebar di empat kabupaten, yakni Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat, dengan jumlah penduduk sekitar 570 ribu jiwa.

‎“Kami masih menghadapi keterbatasan sarana, prasarana, fasilitas, serta sumber daya manusia. Bahkan hingga saat ini belum memiliki rumah sakit provinsi,” ujar Apolo.

‎Ia mengakui, keterbatasan tersebut membuat banyak pasien harus dirujuk ke luar daerah, bahkan hingga ke kota besar seperti Makassar, Surabaya, dan Jakarta. Karena itu, program pengampuan dinilai menjadi solusi strategis untuk memperkuat layanan kesehatan di Papua Selatan.

‎“Program ini sangat membantu agar masyarakat bisa mendapatkan layanan lanjutan tanpa harus keluar daerah,” katanya.

‎Program pengampuan layanan prioritas menyasar berbagai penyakit dengan tingkat urgensi tinggi, seperti kanker, jantung, stroke, dan uro-nefrologi. Selain itu, layanan kesehatan ibu dan anak (KIA), penyakit respirasi seperti tuberkulosis (TBC), hingga penyakit infeksi emerging juga menjadi fokus utama.

‎Cakupan layanan juga diperluas ke bidang kesehatan jiwa, diabetes melitus, gastrohepatologi, serta kesehatan mata yang berkaitan dengan penyakit kronis.

‎Koordinator Pengampu Nasional dan Regional, Dr. dr. Iwan Dakota, Sp.JP(K), MARS, menegaskan program ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis untuk meningkatkan standar layanan medis di daerah.

‎“Tujuan utama program ini adalah memastikan akses layanan kesehatan spesialis yang setara dengan di Jakarta, sekaligus mendorong kemandirian rumah sakit daerah,” ujarnya.

‎Melalui skema ini, rumah sakit pengampu nasional dan regional akan membina rumah sakit daerah agar mampu memberikan layanan berkualitas secara merata, mulai dari layanan kehamilan hingga usia lanjut.

‎Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Azhar Jaya, menambahkan bahwa tantangan kesehatan di Papua Selatan masih didominasi penyakit kronis seperti jantung, kanker, stroke, ginjal, dan diabetes. Selain itu, tingginya angka kematian ibu dan anak serta kasus TBC juga menjadi perhatian serius.

‎Sebagai bagian dari penguatan layanan, Kemenkes akan mendukung penyediaan alat kesehatan modern serta penugasan dokter spesialis ke daerah.

‎Salah satu langkah konkret adalah pembangunan fasilitas Catheterization Laboratory (Cath Lab) di Merauke melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sejak 2024. Fasilitas ini ditargetkan dilengkapi alat cath lab single panel pada 2026.

‎Dengan fasilitas tersebut, pasien jantung dari wilayah Mappi, Asmat, hingga Boven Digoel diharapkan dapat ditangani langsung di Papua Selatan tanpa perlu dirujuk ke luar provinsi.

‎Selain infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama. Dalam jangka pendek, pemerintah akan menugaskan dokter spesialis, sementara dalam jangka panjang pemerintah daerah didorong menyiapkan putra-putri asli Papua melalui program beasiswa, termasuk LPDP, agar kembali mengabdi di daerah.

‎Program ini juga diperkuat melalui sinergi lintas kementerian, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan, guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas layanan kesehatan di daerah.

‎Sebagai bagian dari implementasi program, sebanyak 16 rumah sakit pengampu nasional dan regional dilibatkan dalam jejaring layanan prioritas.

‎Untuk pengampu nasional, di antaranya RS Kanker Dharmais, RSJPD Harapan Kita, RSUPN Cipto Mangunkusumo, RSAB Harapan Kita, RS Persahabatan, RSPI Sulianti Saroso, RS Mata Cicendo, hingga RSM Marzuki Mahdi.

‎Sementara pengampu regional meliputi RSUP Wahidin Soedirohusodo Makassar, RSUP Kandou Manado, RSUD Dr Soetomo Surabaya, RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, RSUD Saiful Anwar Malang, RSUD Jayapura, serta RSM Bali Mandara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page