Merauke||Cendrawasi7, Keterbatasan tenaga dokter di sejumlah kampung di wilayah perbatasan Merauke menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Papua Selatan. Tim kesehatan pun diterjunkan langsung untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Kampung Kondo dan Kampung Tomerau, Distrik Naukenjerai. Jumat (25/09/2026)
Pelayanan kesehatan bergerak tersebut dilaksanakan selama dua hari, Kamis-Jumat (24-25/9/2026). Warga tidak hanya diperiksa oleh dokter umum, tetapi juga mendapatkan layanan dari dokter spesialis penyakit dalam.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Selatan, dr. Benedicta C. Herlina Rahangiar, MARS, mengatakan program itu menyasar daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan yang belum memiliki dokter.
“Kami membawa dokter spesialis penyakit dalam dan dokter umum untuk memberikan pelayanan di kampung-kampung yang memang belum ada dokter,” kata Benedicta.
Pada hari pertama, tim membuka pelayanan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kondo. Pelayanan kemudian dilanjutkan di Pustu Tomerau yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Naukenjerai.
Warga yang datang berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, ibu hamil hingga lanjut usia. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan umum serta skrining sejumlah penyakit.
Pemeriksaan tersebut meliputi gula darah, profil lipid, malaria, tuberkulosis, HIV dan infeksi menular seksual. Ibu hamil juga mendapatkan pemeriksaan khusus, sedangkan kondisi kesehatan dan status gizi balita turut dipantau.
Pelayanan di Pustu Tomerau dimulai sekitar pukul 11.00 WIT setelah tim bergerak dari Kampung Kondo. Pemeriksaan berlangsung hingga pukul 16.00 WIT sebelum rombongan kembali ke Kota Merauke.
Selain melayani warga, tenaga kesehatan menyambangi anak-anak sekolah untuk memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan menjaga kebersihan sejak dini sekaligus mencegah penyakit.

Petugas Puskesmas Naukenjerai juga menjalankan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Para pelajar menerima imunisasi sesuai sasaran program serta paket pendukung perilaku hidup bersih dan sehat.
Dalam kunjungan itu, Pemerintah Provinsi Papua Selatan turut membawa bantuan alat kesehatan dari Gubernur Papua Selatan. Pustu Kondo dan Pustu Tomerau masing-masing menerima satu unit bidan kit serta satu paket antropometri kit.
Bidan kit akan digunakan untuk mendukung pemeriksaan ibu hamil dan membantu proses persalinan. Sementara antropometri kit digunakan tenaga kesehatan dan kader posyandu untuk mengukur pertumbuhan serta mengetahui status gizi balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Naukenjerai yang mendampingi tim selama kegiatan berlangsung.
Pelayanan kesehatan bergerak ini melibatkan Dinkes PPKB Papua Selatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, RSUD Merauke dan Puskesmas Naukenjerai. Tim terdiri atas dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, perawat, bidan dan petugas promosi kesehatan.
Menurut Benedicta, kegiatan serupa akan terus dilanjutkan untuk membuka akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan dan tenaga dokter.
Sejumlah kampung yang direncanakan menjadi tujuan berikutnya antara lain Eromoko atau Guti, Salamepe, dan Banamepe.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan sehingga pelayanan kesehatan di Papua Selatan semakin baik melalui kolaborasi yang dijalin bersama,” ujarnya. ,(C7)





