MERAUKE || Cendrawasi7 – Ribuan jemaah memadati halaman Masjid Raya Al-Aqsha Merauke, Papua Selatan, Minggu (20/9/2026). Mereka mengikuti Papua Selatan Bertasbih yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia.
Tak sekadar menjadi agenda keagamaan, kegiatan tersebut membawa pesan khusus tentang masa depan generasi muda Papua Selatan. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Merauke, Dr. Paris Manalu, mengajak keluarga hingga seluruh elemen masyarakat bersama-sama membentengi anak-anak dari narkoba, minuman keras (miras), kekerasan dan pergaulan bebas.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 2.000 orang itu mengusung tema “Dengan Zikir dan Shalawat, Kita Bangun Generasi Papua Selatan yang Berakhlakul Karimah, Taat Hukum, dan Cinta Damai.”
Paris mengatakan derasnya arus globalisasi dan digitalisasi membawa tantangan sosial yang semakin kompleks bagi generasi muda. Menurutnya, pendekatan penegakan hukum saja tidak cukup untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut.
Pendekatan keagamaan, keluarga dan lingkungan masyarakat juga dinilai penting untuk memperkuat karakter serta memberikan benteng bagi anak-anak dari berbagai pengaruh negatif.
“Mari kita bersama-sama mengingatkan anak-anak kita untuk menghindari segala bentuk kekerasan, narkoba serta minuman keras yang dapat menghancurkan masa depan mereka. Hari ini kita tutup rapat-rapat pintu dari pengaruh buruk,” ujar Paris.
Ia berharap zikir dan shalawat tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan serta membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai dan harmonis di Bumi Animha.
Menurut Paris, perhatian terbesar saat ini harus diarahkan kepada anak-anak sebagai generasi penerus Papua Selatan. Orang tua, guru, tokoh agama, pemerintah hingga aparat penegak hukum mempunyai peran masing-masing dalam mendampingi mereka.
Papua Selatan Bertasbih juga menjadi bagian dari upaya Kejaksaan membangun pendekatan hukum yang lebih humanis dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai keberagaman suku, agama dan ras yang ada di Merauke harus terus dirawat melalui kebersamaan dan silaturahmi.
Fauzun berharap Papua Selatan Bertasbih tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bersama untuk membentuk generasi muda yang memiliki akhlak baik.
“Kami harap kegiatan ini tidak hanya seremonial belaka, namun harus menjadi momentum untuk sama-sama menumbuhkan anak-anak yang berakhlak baik, tentunya untuk memajukan Papua Selatan,” kata Fauzun.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi, sinergi dan gotong royong dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Fauzun turut mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan di tengah musim kemarau guna mencegah kebakaran.
Rangkaian Papua Selatan Bertasbih dimulai sekitar pukul 13.00 WIT dengan penampilan lagu religi dan shalawat serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan kehadiran anggota DPD RI Alfiansyah Bustami atau Komeng, yang tampil menghibur jemaah bersama Kimau.
Puncak acara diisi zikir dan tausiah bertema “Meneladani Akhlakul Karimah” yang disampaikan Ustadz Muhammad Subki Al Bughury.
Sejumlah unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, anggota DPR dan DPD RI, serta tokoh lintas agama turut hadir. Di antaranya Wakil Ketua I DPR Papua Selatan Fadli Burhan, anggota DPD RI Gus Adib Fuad, Ketua MUI Papua Selatan Abdul Awaludin Gebze, Ketua PWNU Papua Selatan KH Muhammad Arifin, Ketua PW Muhammadiyah Papua Selatan Muhammad Jufri Thamrin, serta Ketua Pokja Agama MRP Papua Selatan Yohanes Okdinon.
Kegiatan ditutup dengan doa dan foto bersama sekitar pukul 16.25 WIT. Seluruh rangkaian berlangsung aman dan lancar. (C7)





