Papua Selatan

MUI-LDII Matangkan Pembangunan Pesantren Khusus Anak Muslim Papua ‎

Avatar photo
×

MUI-LDII Matangkan Pembangunan Pesantren Khusus Anak Muslim Papua ‎

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Rencana pembangunan pondok pesantren khusus anak-anak Muslim Papua mulai dimatangkan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua Selatan meninjau lahan seluas 1,9 hektare yang disiapkan sebagai salah satu calon lokasi pembangunan.

‎

‎Survei dilakukan di Jalan Ring Road Arafura Payum, Kelurahan Samkai, Distrik Merauke, Jumat (25/9/2026). Peninjauan dipimpin Ketua MUI Papua Selatan sekaligus Ketua Yayasan Bhakti Muslim Papua, H Abdul Awal Gebze, bersama Ketua DPW LDII Papua Selatan, H Muh Bahroni.

‎

‎Lahan tersebut menjadi lokasi kedua yang ditinjau kedua organisasi Islam itu. Sebelumnya, MUI dan LDII telah melakukan survei terhadap lahan alternatif lain pada pekan lalu.

‎

‎Abdul Awal mengatakan, survei lanjutan dilakukan untuk menentukan lokasi yang dinilai paling layak bagi pembangunan asrama dan pondok pesantren. Fasilitas tersebut nantinya diproyeksikan menjadi pusat pendidikan dan pembinaan keagamaan bagi anak-anak Muslim asli Papua.

‎

‎“Lahan ini merupakan survei lanjutan dari lahan pertama yang sudah kami survei pada minggu lalu. Kami berharap niat baik ini mendapat kemudahan dan kelancaran dari Allah SWT,” ujar Abdul Awal di lokasi.

‎

‎Ketua DPW LDII Papua Selatan, H Muh Bahroni, menyatakan pihaknya siap mendukung pembangunan pesantren tersebut. LDII bahkan berkomitmen mewakafkan salah satu dari dua lahan yang telah disurvei setelah lokasi terbaik ditentukan.

‎

‎“Kami dari LDII Papua Selatan mendukung penuh program ini. Hal ini sejalan dengan delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa, khususnya di bidang pendidikan dan dakwah. Untuk anak-anak Muslim Papua, kita harus memberikan yang terbaik,” kata Bahroni.

‎

‎Menurutnya, pembangunan pondok pesantren diharapkan tidak hanya menyediakan tempat tinggal dan pendidikan agama, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter bagi generasi muda Muslim Papua agar tumbuh unggul, mandiri, dan berakhlak mulia.

‎

‎Setelah meninjau lahan di Samkai, rombongan melanjutkan kegiatan dengan melihat progres pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) Mansurin di Jalan Veteran, Kelurahan Kamundu, Merauke.

‎

‎Gedung berukuran 23 x 48 meter itu dibangun secara swadaya oleh DPW LDII Papua Selatan di atas kawasan seluas 10 hektare. Pembangunannya diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar.

‎

‎GSG Mansurin dirancang sebagai pusat kegiatan warga LDII di Papua Selatan. Gedung tersebut nantinya dapat digunakan untuk pengajian akbar, seminar, pelatihan, lokakarya, resepsi pernikahan, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

‎

‎Rangkaian peninjauan ditutup dengan doa bersama para pekerja pembangunan yang dipimpin Abdul Awal Gebze. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal terwujudnya pusat pendidikan Islam yang berpihak pada pengembangan generasi muda asli Papua. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page