CENDRAWASI7.COM
JAKARTA — Gedung DPR/MPR RI di kawasan Seayan, Jakarta, kembali menjadi pusat perhatian publik, Kamis (27/8/2026). Sejumlah kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa beragam tuntutan yang menyasar kebijakan pemerintah maupun kinerja parlemen.
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung di depan kompleks DPR/MPR RI dan diikuti berbagai elemen masyarakat. Salah satu kelompok, Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), sebelumnya menyatakan menyiapkan sekitar 1.000 massa dengan membawa 10 tuntutan yang mencakup persoalan demokrasi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan hingga isu politik.
Desak DPR Buka Ruang Dialog
Salah satu tuntutan yang mencuat adalah desakan agar pimpinan DPR RI turun langsung menemui massa dan membuka ruang dialog.
GERAM menyebut aksi tersebut bukan sekadar penyampaian pendapat, tetapi bagian dari pengawasan publik terhadap fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran DPR. Massa juga meminta agar aspirasi yang disampaikan tidak berhenti pada penerimaan secara simbolis, tetapi ditindaklanjuti melalui kebijakan konkret.
RUU Perampasan Aset Jadi Sorotan
Di kelompok lain, isu pemberantasan korupsi menjadi salah satu perhatian utama. Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membawa tuntutan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan, disertai tuntutan pemberantasan korupsi yang lebih tegas, termasuk hukuman berat bagi koruptor.
Perbedaan tuntutan menunjukkan bahwa aksi hari ini tidak datang dari satu kelompok dengan satu agenda. Sejumlah elemen membawa isu politik, sementara kelompok lainnya menyoroti persoalan hukum, ekonomi, kesejahteraan masyarakat, hingga evaluasi kebijakan pemerintah.
Polisi Siapkan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan di sekitar kompleks DPR/MPR RI. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional berdasarkan jumlah massa dan kondisi di lapangan.
Sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan parlemen yang perlu diwaspadai antara lain Jalan Gatot Subroto, Gerbang Pemuda, Palmerah Timur, Jalan Gelora, Asia Afrika, hingga kawasan Semanggi.
Ketua DPR RI Puan Maharani sebelumnya menyatakan DPR siap menerima aspirasi masyarakat. Ia juga mengimbau agar aksi berlangsung tertib dan tidak menimbulkan tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun fasilitas umum.
Hari ini, perhatian publik tertuju ke Senayan: apakah suara massa hanya akan terdengar di jalan, atau benar-benar menghasilkan respons dan keputusan politik dari parlemen?
@Red





