Papua Selatan

Kurban Tanpa Sekat, LDII Papua Selatan Bagikan Daging untuk Muslim dan Non muslim

Avatar photo
×

Kurban Tanpa Sekat, LDII Papua Selatan Bagikan Daging untuk Muslim dan Non muslim

Sebarkan artikel ini
0-0x0-0-0#
Social Share

Merauke||Cendrawasi7, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Papua Selatan menyiapkan 111 hewan kurban pada momentum Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah tahun 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 71 ekor sapi dan 40 ekor kambing yang akan didistribusikan di empat kabupaten di wilayah Papua Selatan.

‎Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia Papua Selatan, H. Muh. Bahroni, mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut dinilai sebagai wujud tumbuhnya semangat berbagi dan kepedulian sosial di kalangan warga LDII.

‎“Alhamdulillah tahun ini ada peningkatan. Untuk sapi sebanyak 71 ekor dan kambing 40 ekor, sehingga totalnya 111 hewan kurban yang tersebar di seluruh kabupaten di Papua Selatan,” ujar Bahroni di Merauke, Rabu (27/5/2026).

‎Ia menegaskan, Idul adha bukan hanya menjadi momentum ibadah semata, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan antar umat beragama di Papua Selatan. Karena itu, pendistribusian daging kurban dilakukan tanpa membedakan agama, suku maupun kelompok masyarakat.

‎“Momentum Idul adha ini adalah momentum berbagi. Jadi siapa pun yang berhak menerima, semua kita bagikan. Baik muslim maupun non muslim, terutama masyarakat kurang mampu di sekitar tempat kegiatan kami,” katanya.

‎Menurut Bahroni, sejumlah masjid binaan LDII di Papua Selatan berada di lingkungan yang mayoritas penduduknya non muslim. Kondisi itu justru memperkuat semangat toleransi dan gotong royong yang selama ini dibangun bersama masyarakat sekitar.

‎Ia mencontohkan, di beberapa lokasi seperti wilayah Mbuti maupun lingkungan Masjid Baitul Makmur, warga non muslim turut merasakan manfaat pembagian daging kurban setiap tahunnya.

‎“Di tempat kami, semua mendapat bagian. Yang kami utamakan tentu fakir miskin dan masyarakat sekitar tempat kegiatan kami. Jadi kebersamaan itu benar-benar kami jaga,” ujarnya.

‎Tahun ini, LDII Papua Selatan juga menyiapkan sekitar 3.000 paket daging kurban yang akan disalurkan kepada masyarakat di berbagai wilayah binaan.

‎“Prioritasnya untuk masyarakat kurang mampu di sekitar tempat kegiatan kami terlebih dahulu, kemudian disalurkan ke daerah binaan LDII lainnya,” kata Bahroni.

‎Lebih lanjut, ia menjelaskan peningkatan jumlah hewan kurban tidak lepas dari pola pembinaan yang diterapkan LDII kepada seluruh jemaah. Dalam pembinaan tersebut, setiap warga didorong untuk memiliki semangat berkurban sesuai kemampuan ekonomi masing-masing.

‎Bagi keluarga yang mampu secara ekonomi, dianjurkan untuk berkurban satu ekor sapi setiap tahun. Sementara bagi yang belum mampu, diterapkan sistem gotong royong melalui patungan tujuh keluarga untuk satu ekor sapi maupun pengumpulan dana bersama untuk pembelian kambing.

‎“Kalau ada warga yang hanya mampu Rp200 ribu atau Rp500 ribu tetap kami tampung. Nanti pengurus membantu mengoordinasikan hingga niat kurban itu bisa terwujud,” ungkapnya.

‎Semangat berkurban juga ditanamkan sejak usia dini. Anak-anak usia PAUD hingga SD yang disebut kelompok “cabai rawit” dibiasakan menabung dan berinfak untuk kurban. Tahun ini, kelompok tersebut bahkan berhasil mewujudkan satu ekor kambing hasil tabungan bersama.

‎Tidak hanya itu, kalangan remaja LDII juga mulai dibina untuk menyisihkan uang saku mereka sebagai tabungan kurban sejak jauh hari sebelum Idul adha.

‎Bahroni menambahkan, nilai utama yang terus dijaga LDII dalam pelaksanaan kurban adalah semangat kebersamaan dan toleransi. Bahkan dalam proses penyembelihan hingga pembersihan hewan kurban, banyak warga asli Papua (OAP) yang beragama non muslim ikut membantu.

‎“Yang membantu memotong dan membersihkan hewan kurban juga banyak saudara-saudara OAP yang non muslim. Itulah LDII, kami tidak membedakan kelompok. Yang kami terapkan adalah toleransi, kebersamaan dan gotong royong di mana pun kami berada,” tegasnya.

‎Ia berharap pelaksanaan kurban tahun ini tidak hanya membawa manfaat bagi masyarakat penerima, tetapi juga semakin memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial, dan kerukunan antar umat beragama di Papua Selatan. (*)

Respon (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page