Papua Selatan

Ketua MUI Papua Selatan Serukan Berantas KKN, Ingatkan Pemimpin Utamakan Rakyat

Avatar photo
×

Ketua MUI Papua Selatan Serukan Berantas KKN, Ingatkan Pemimpin Utamakan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Social Share

MERAUKE || Cendrawasi7 – Ketua Umum MUI Papua Selatan sekaligus anggota MRP Papua Selatan Pokja Agama, KH Abdul Awal Gebze, S.Pd., mengajak umat dan para pemimpin bangsa mengisi kemerdekaan dengan memperkuat iman dan takwa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga keamanan dan kedamaian.

‎

‎Pesan itu disampaikan Abdul Awal saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Masjid Nurul Falah Ternate, Merauke, Minggu (23/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia mengikuti salat Subuh berjamaah sekaligus memberikan kuliah Subuh kepada jemaah.

‎

‎Dalam tausiyahnya, Abdul Awal mengulas perjuangan para ulama dan tokoh bangsa dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia menyebut Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 bertepatan dengan hari Jumat pada bulan Ramadan 1364 Hijriah.

‎

‎Menurutnya, perjuangan kemerdekaan tidak terlepas dari peran ulama dan tokoh bangsa dari berbagai daerah di Indonesia. Ia turut menyinggung peran Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sebagai salah satu ulama besar yang memiliki pengaruh dalam perjuangan bangsa.

‎

‎Abdul Awal mengatakan cita-cita kemerdekaan telah ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945, khususnya untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

‎

‎Ia kemudian mengaitkan cita-cita tersebut dengan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, ada tiga hal yang perlu terus diperkuat, yakni meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan dan papan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan kondusif.

‎

‎”Masjid-masjid harus diramaikan dengan aktivitas ibadah dan pengkajian agama,” ujarnya.

‎

‎Abdul Awal menekankan bahwa pembangunan kesejahteraan harus berjalan seiring dengan peningkatan keimanan dan ketakwaan. Ia mengutip Surah Al-A’raf ayat 96 tentang keberkahan bagi suatu negeri apabila penduduknya beriman dan bertakwa.

‎

‎Karena itu, ia mengajak masyarakat maupun para pemimpin untuk sungguh-sungguh menjalankan cita-cita kemerdekaan dengan berpedoman pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Menurutnya, tujuan akhirnya adalah menghadirkan masyarakat yang beriman, sejahtera, makmur dan hidup dalam suasana aman.

‎

‎Dalam kesempatan tersebut, Abdul Awal juga menyoroti praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Ia menilai praktik tersebut harus diberantas karena dapat merusak kehidupan berbangsa dan menghambat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

‎

‎”Kita harus berantas praktik-praktik korupsi, kolusi dan nepotisme dari bumi Indonesia karena hal ini akan merusak tatanan kehidupan bangsa dan negara kita,” tegasnya.

‎

‎Ia mengingatkan para pemimpin agar menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

‎

‎”Kepentingan rakyat harus diutamakan dari kepentingan pribadi dan golongan karena kita semua akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah pada hari kiamat,” katanya.

‎

‎Kunjungan silaturahmi tersebut ditutup dengan ramah tamah bersama jemaah. Abdul Awal juga menerima sejumlah aspirasi dari umat yang selanjutnya akan disampaikan kepada pemerintah untuk mendapatkan tindak lanjut. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page