Merauke||Cendrawasi7, Ketegangan antarwarga yang sempat memanas di kawasan pertigaan Jalan Natuna dan Jalan Ternate, Kelurahan Karang Indah, Distrik Merauke, Minggu (10/5/2026), akhirnya berhasil diredam aparat gabungan Polres Merauke dan Brimob Batalyon B Pelopor.
‎Kericuhan dipicu kasus penganiayaan berat terhadap seorang remaja yang diduga dilakukan menggunakan busur panah. Insiden itu memancing emosi keluarga korban hingga massa berkumpul dan nyaris bentrok di lokasi kejadian.
‎Pantauan di lapangan, aparat gabungan bergerak cepat melakukan pengamanan guna mencegah situasi berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Bahkan, petugas sempat melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa yang mulai tidak terkendali.
‎Korban diketahui berinisial DK (12), yang mengalami luka sepanjang sekitar tiga sentimeter di bagian pinggang kiri akibat terkena anak panah. Korban langsung dilarikan ke RSUD Merauke dan saat ini masih menjalani perawatan medis dalam kondisi sadar.
‎Sementara itu, terduga pelaku berinisial MN kini telah diamankan aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 10.30 WIT saat terduga pelaku diduga berada dalam pengaruh minuman keras sambil membawa busur dan anak panah di sekitar pertigaan Jalan Natuna dan Jalan Ternate.
‎Tak lama kemudian, korban yang melintas menggunakan sepeda motor diduga terkejut melihat pelaku hingga terjatuh. Dalam situasi tersebut, pelaku diduga melepaskan satu anak panah yang mengenai bagian perut sebelah kiri korban.
‎Usai terkena panah, korban berlari menuju rumah keluarganya untuk meminta pertolongan sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit.
‎Peristiwa itu dengan cepat memicu kemarahan keluarga korban dan warga sekitar. Sekitar puluhan orang kemudian berkumpul di lokasi dan berupaya mendatangi rumah warga di kawasan Gang Gereja, Jalan Ternate, yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku.
‎Melihat situasi yang semakin memanas, personel gabungan Polres Merauke langsung melakukan pengamanan di lokasi. Karena massa terus bertambah dan kondisi dinilai rawan, bantuan personel Brimob Batalyon B Pelopor diterjunkan untuk memperkuat pengamanan sekaligus membantu proses evakuasi terduga pelaku.
‎Sekitar pukul 11.40 WIT, aparat akhirnya berhasil mengevakuasi terduga pelaku menuju Mapolres Merauke. Namun proses evakuasi sempat diwarnai aksi pengejaran dari pihak keluarga korban yang tidak terima pelaku dibawa keluar dari lokasi.
‎Ketegangan kembali meningkat ketika massa melampiaskan kemarahan kepada aparat yang berjaga di lokasi. Untuk mencegah bentrokan meluas, petugas mengambil tindakan tegas terukur dengan melepaskan gas air mata guna membubarkan massa.
‎Sekitar pukul 12.00 WIT, situasi berhasil dikendalikan dan warga mulai membubarkan diri. Seluruh personel gabungan kemudian kembali ke markas untuk melakukan konsolidasi.
‎Dari hasil analisa sementara, aparat menduga minuman keras menjadi salah satu pemicu utama terjadinya aksi kekerasan tersebut. Selain itu, sejumlah massa yang terlibat kericuhan juga dilaporkan membawa senjata tajam seperti parang, kampak, busur panah hingga balok kayu.
‎Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kawasan Jalan Natuna dan sekitarnya memang kerap menjadi lokasi rawan gangguan keamanan dan aksi premanisme.
‎“Daerah sini memang sering terjadi keributan, apalagi kalau sudah dipengaruhi minuman keras. Warga berharap patroli keamanan bisa lebih ditingkatkan supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya. (*)





