Papua Selatan

Kekeringan Hantam Sawah Merauke, Papua Selatan Bakal Datangkan Beras dari Luar

Avatar photo
×

Kekeringan Hantam Sawah Merauke, Papua Selatan Bakal Datangkan Beras dari Luar

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke||Cendrawasi7. Kekeringan yang melanda sejumlah sentra pertanian di Merauke mulai mengancam produksi beras Papua Selatan. Di tengah kondisi itu, penyerapan beras oleh Bulog pada 2026 tercatat baru sekitar 4.000 ton dari target sekitar 27 ribu ton.

‎Pemerintah Provinsi Papua Selatan pun mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan beras hingga akhir tahun. Salah satunya dengan mendatangkan pasokan beras dari luar daerah.

‎Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Provinsi Papua Selatan, Paino, S.IP., M.T., mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Bulog terkait kebutuhan beras masyarakat.

‎”Kalau untuk kebutuhan Merauke saja cukup. Cuma nanti ada kegiatan bantuan-bantuan kepada masyarakat. Hasil koordinasi dengan Bulog, akan mendatangkan beras dari luar karena memang tidak cukup sampai Desember,” kata Paino seusai mengikuti upacara Harhubnas 2026 di KTM Salor, Distrik Kurik, Merauke, Kamis (17/9/2026).

‎Ancaman terhadap produksi pangan lokal muncul setelah kekeringan melanda sejumlah kawasan pertanian. Beberapa wilayah yang terdampak di antaranya Kurik, Semangga, dan Tanah Miring.

‎Paino menyebut pemerintah masih mendata luas lahan pertanian yang terdampak sehingga angka pasti tanaman padi yang berpotensi gagal panen belum diketahui.

‎”Untuk data berapa ribu hektare yang terdampak, kami belum memiliki data pasti. Namun, dengan kondisi kekeringan ini memang di beberapa lokasi terdampak, termasuk gagal panen karena kekurangan air,” ujarnya.

‎Menurut Paino, kondisi paling mengkhawatirkan terjadi pada tanaman padi yang baru berusia sekitar satu bulan. Tanaman tersebut masih membutuhkan pasokan air hingga memasuki masa panen.

‎Jika dalam dua bulan ke depan tidak tersedia sumber air yang memadai, tanaman padi tersebut berisiko tidak bisa dipanen.

‎Sementara itu, aktivitas penanaman masih dilakukan di lahan yang memiliki sumber air. Namun, luas areal yang dapat ditanami menjadi terbatas akibat kondisi kekeringan.

‎Pemprov Papua Selatan kini berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan Balai Sungai Rawa untuk mencari solusi terhadap lahan yang masih dapat diselamatkan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni penggunaan pompa untuk mengalirkan air ke areal persawahan.

‎Paino mengatakan kekeringan bukan hanya terjadi di Merauke, tetapi juga melanda sejumlah daerah di Indonesia. Pemerintah saat ini masih melakukan pendataan sekaligus memetakan dampaknya terhadap produksi pangan.

‎Kondisi tersebut menjadi perhatian karena produksi beras lokal berpotensi menurun. Terlebih, penyerapan beras Bulog sepanjang 2026 disebut baru sekitar 4.000 ton dari target sekitar 27 ribu ton.

‎Pasokan dari luar daerah pun disiapkan sebagai langkah antisipasi agar kebutuhan beras masyarakat Papua Selatan, termasuk untuk program bantuan, tetap terpenuhi hingga Desember 2026. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page