Papua Selatan

Kebakaran Lahan Dekat Runway Bandara Mopah, Api Sempat Ancam Rumah Warga

Avatar photo
×

Kebakaran Lahan Dekat Runway Bandara Mopah, Api Sempat Ancam Rumah Warga

Sebarkan artikel ini
Social Share

MERAUKE || Cendrawasi7 – Kebakaran lahan terjadi di sekitar Runway 16 Bandara Mopah, Merauke, Papua Selatan, Rabu (9/9/2026) malam. Api yang awalnya berada cukup jauh dengan cepat membesar akibat tiupan angin hingga sempat mendekati permukiman warga.

‎

‎Kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 18.40 WIT di kawasan bandara yang berada di Jalan PGT, Kelurahan Muli, Distrik Merauke. Dugaan awal, api berasal dari aktivitas pembakaran rumput oleh orang tak dikenal. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan lebih lanjut.

‎

‎Berdasarkan keterangan awal saksi di lokasi, api mulanya terlihat kecil di ujung lahan. Kondisi rumput yang kering ditambah angin cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat merambat.

‎

‎Petugas Damkar Kabupaten Merauke, Unrat Silubun, mengatakan pihaknya awalnya bersiaga sambil memantau arah pergerakan api dan berkoordinasi dengan petugas Bandara Mopah yang telah lebih dulu melakukan pemadaman di dalam kawasan bandara.

‎

‎“Sekitar pukul 19.30 WIT, awalnya titik api masih cukup jauh di ujung. Namun karena angin cukup kencang, api mengikuti arah angin. Semakin mendekat, kobaran api semakin membesar,” kata Unrat saat ditemui di lokasi.

‎

‎Situasi berubah ketika petugas mendapat informasi bahwa api bergerak mendekati sebuah rumah warga berbahan papan. Damkar kemudian memutuskan bergerak untuk mencegah api menyeberang ke permukiman.

‎

‎Unrat mengatakan dua unit mobil pemadam dengan delapan personel Regu 2 dikerahkan ke lokasi. Petugas memfokuskan pemadaman pada jalur api yang mengarah ke rumah warga.

‎

‎Upaya tersebut berhasil. Api dapat dikendalikan sebelum menjangkau bangunan.

‎

‎“Kami berhasil menyelamatkan satu rumah yang terancam api. Untuk sementara tidak ada kerugian dan tidak ada rumah yang terkena api,” ujarnya.

‎

‎Penanganan kebakaran juga melibatkan sejumlah unsur. Selain mobil pemadam Bandara Mopah dan dua unit Damkar Kabupaten Merauke, kendaraan Basarnas serta water cannon kepolisian turut dikerahkan. Personel Lanud J.A. Dimara, Polres Merauke, BPBD dan unsur terkait lainnya berada di lokasi.

‎

‎Setelah sekitar satu setengah jam penanganan, api dilaporkan berhasil dikuasai sekitar pukul 20.21 WIT. Petugas kemudian melakukan pembasahan dan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

‎

‎Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 700 meter persegi. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan. Aktivitas penerbangan di Bandara Mopah juga dilaporkan tidak terganggu.

‎

‎Dari pantauan petugas Damkar, sedikitnya terdapat tiga titik api yang berbeda. Angin kencang disebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat rambatan api hingga ke bagian pinggir kawasan dan mendekati permukiman.

‎

‎Di tengah penanganan kebakaran tersebut, Unrat mengungkapkan Damkar Kabupaten Merauke masih menghadapi keterbatasan sarana. Salah satu yang paling dibutuhkan adalah kendaraan khusus untuk menyuplai air.

‎

‎“Sampai sekarang kami belum memiliki mobil suplai air. Kami sama sekali tidak memiliki mobil suplai,” katanya.

‎

‎Menurut dia, keterbatasan tersebut menjadi tantangan mengingat tugas pemadam kebakaran memiliki risiko tinggi dan membutuhkan dukungan peralatan yang memadai.

‎

‎Meski demikian, petugas tetap bersiaga selama 24 jam dan siap kembali melakukan pemadaman apabila ditemukan titik api yang berpotensi membahayakan kawasan bandara maupun permukiman warga.

‎

‎Damkar berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana dan prasarana tersebut. Persoalan keterbatasan fasilitas itu, kata Unrat, juga telah dikomunikasikan dengan DPR.

‎

‎Sementara terkait penyebab kebakaran, dugaan adanya orang yang sengaja membakar rumput masih merupakan informasi awal di lapangan. Identitas orang yang diduga melakukan pembakaran juga belum diketahui. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page