Merauke||Cendrawasi7, Ribuan warga tumpah ruah memadati ruas jalan utama di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Sabtu (7/2/2026), untuk menyaksikan Karnaval Budaya Nusantara dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-124 Kabupaten Merauke.
Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu Berdaulat Menuju Merauke Sejahtera” ini secara resmi dilepas oleh Yoseph B. Gebze, dan diikuti sekitar ribuan peserta karnaval dari berbagai etnis, komunitas budaya, serta elemen masyarakat.
Karnaval dimulai sejak pukul 06.00 WIT dengan titik start di Kodim 1707/Merauke, Distrik Merauke. Peserta kemudian menyusuri rute Jalan Raya Mandala, Jalan Ahmad Yani, Jalan Brawijaya, dan berakhir di depan Kantor Bupati Merauke.
Sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda turut hadir, di antaranya Ketua DPRP Papua Selatan Heribertus Silvinus Silubun, Ketua DPRD Kabupaten Merauke Samuel Markus Mugujai, Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah, Sekda Merauke Yeremias Paulus Ndiken, serta Kapolres Merauke Leonardo Yoga.
Dalam sambutannya, Bupati Yoseph B. Gebze menegaskan bahwa peringatan 124 tahun Merauke merupakan momentum penting untuk mengenang perjalanan panjang kota tersebut sejak 12 Februari 1902.
“Merauke tidak terbentuk secara instan. Sejarah panjang, dinamika, serta kasih dan kemurahan Tuhan menyertai perjalanan kota ini hingga kita bisa berdiri bersama hari ini,” ujar Yoseph.
Ia juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap orang asli Marind, khususnya masyarakat Imbuti, sebagai pemilik hak ulayat dan bagian penting dalam sejarah berdirinya Merauke.
“Kita wajib memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada masyarakat adat yang telah membuka hati dan menerima peradaban baru di atas tanah ini. Apa pun yang kita lakukan di Merauke harus selalu melibatkan mereka,” tegasnya.
Menurut Yoseph, karnaval budaya menjadi sarana mempererat persaudaraan antar-etnis di Merauke dengan menampilkan kekayaan budaya Nusantara. Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjaga Merauke sebagai “istana damai, istana kasih, dan istana persaudaraan”.
“Dari Kondom hingga Digul, dari Baidub sampai Tanjung Akos, mari kita rawat kota ini bersama demi kebersamaan di Bumi Anim Ha,” katanya.
Pelepasan peserta karnaval dilakukan pada pukul 08.34 WIT. Peserta pertama dari etnis Marind Imbuti tiba di garis finis sekitar pukul 10.39 WIT dan disambut langsung oleh Bupati bersama Forkopimda. Sementara peserta terakhir, gabungan panitia dan tim kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Merauke, menyelesaikan karnaval pada pukul 13.50 WIT.
Karnaval budaya ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-124 Kabupaten Merauke Tahun 2026, sekaligus simbol kuat persatuan dalam keberagaman di wilayah paling timur Indonesia. (*)





