PAJARAKAN – CENDRAWASIH7. COM
Dalam rangka, Gerakan Eslon Peduli Kemiskinan Ekstrem, wilayah Kabupaten Probolinggo, khususnya kecamatan Pajarakan adakan sosialisasi, Senin ( 5/ 2 ) bertempat di pendopo kecamatan Pajarakan.
Tampak hadir pada kegiatan tersebut, yakni” Kaban Pengelola pendapatan Keuangan dan aset kabupaten Probolinggo, Sekban, Kabid pendapatan, Kabid anggaran, Kabid akuntansi, Kasubid di Bidang Aset, JF Muda Perencana, Plt Camat Pajarakan, Koramil 0820/15 Pajarakan, Polsek Pajarakan, Seluruh kepala Desa Dan Sekdes Sekecamatan Pajarakan, Ketua BPD Sekecamatan Pajarakan, Kepala Puskesmas Pajarakan, Pendamping PKH, TKSK Pendamping Desa.
Kristiana Ruliani, S, sos, M.M .Kepala Badan Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Probolinggo. Dalam sambutan nya mengatakan terkait dengan angka kemiskinan yang terjadi di masyarakat kabupaten Probolinggo katagori nomor 4 ter miskin dari kabupaten lain.
Pada Program ” GESEK EKSTREM ” ini kami tuangkan sebagai berikut “Gerakan Serentak Eselon Peduli Kemiskinan Ekstrem ( GESEK EKSTREM)
Katagori miskin, yakni” Apa bila pemenuhan hidup sehari hari nya. Berasa di garis kemiskinan sebesar Rp 514 274 00 Per kapita Bulan ( BPS Susenas, 2023, khusus kabupaten Probolinggo.
Katagori Miskin Ekstrem, terjadi apa bila biaya pemenuhan hidup sehari harinya berada di garis kemiskinan ekstrem sebesar Rp 322.170 Perkapita perbulan atau 10.739 perkapita perhari ( BPS Susenas 2022)
Kriteria Kemiskinan, berdasarkan Perbub Nomor 20 Tahun 2023.
Diantaranya luas lantai bangunan kurang dari 8m2/ orang, jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah / bambu/ kayu murahan, jenis dinding tempat tinggal dari bambu/ rumbia/ kayu kwalitas rendah/tanpa di plester, tidak memiliki ruang air besar/ rumpia/ bersama sama dengan rumah tangga lain, sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik, sumber air minum berasal dari sumur/mata air tidak terlindungi/ sungai/air hujan, bahan bakar untuk masak sehari hari adalah kayu bakar/arang/ minyak tanah.
Sedangkan kondisi kemiskinan ekstremekstrem kabupaten Probolinggo sejak tahun 2020 – 2022.jumlah penduduk miskin ekstrem tahun 2020 ( 114,25 ) tahun 2021 ( 51,69 ) Tahun 2022 ( 37,74 ) persentase penduduk miskin ekstrem rata rata penurunan 2,19% per tahun, pada tahun 2020, ( 9,74 ) tahun 2021 ( 4,38 ) tahun 2022 ( 3,18 ) target nasional tahun 2024, 0 %, hasil ver – val P3KE melaui musdes tahun 2023, capai 317 557 keluarga, menjadi 192.221 keluarga. Berkurang sebanyak 125,336 keluarga.
Tahapan Gesek Ekstrem, yang pertama penerbitan Ekstrem dan bimtek, pendaftaran pelaksanaan pemutakhiran data kemiskinan ekstrem melalui musdes, yang ketiga pendaftaran inventarisasi usulan dan penyaluran bantuan yang tepat sasaran ( APBdes, APBD, APBN, dilanjutkan dengan monitoring evaluasi dan pelaporanpelaporan.
Kami berharap agar seluruh kepala desa se kecamatan Pajarakan untuk mendata ulang warganya yang betul betul masuk kategori miskin seperti yang kami jelaskan di atas, Ungkapnya
Sementara itu Bupati Probolinggo melui kepala Bagian Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, menegaskan agar untuk mendata yang sebenarnya, bagi kapala desa yang mampu memberikan laporan terbanyak tentang penurunan angka kemiskinan akan mendapatkan Hadiah total sebesar Rp 500 000 000 ( Lima Ratus Juta Rupiah) dan kami akan menambahkan hadiah tambahan sebagai kejujutan, Tambahnya.
Sementara itu kami sampaikan terkait pembagian desa binaan yang akan di verval P3KE, Untuk desa gejugan sebanyak 188, desa karangbong 574, desa karanggeger 747, desa karang peranti 543, desa ketompen 561, desa Pajarakan kulon 1,147, desa penambangan 284, selogudig kulon 171, selogudig wetan 1013, desa sukokerto 325, deaa Sukomulyo 401, desa tanjung 192. Tambahnya.
Kegiatan Sosialisasi tentang data kemiskinan ekstrem berjalan dengan baik dan lancar.
Reporter : Totok Hariyanto wakil direktur Media Cendrawasih7. Com





