Merauke||Cendrawasi7, Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-124 Kota Merauke, Pemerintah Kabupaten Merauke terus menggencarkan kegiatan kebersihan lingkungan melalui program Jumat Bersih. Kegiatan ini dipantau langsung oleh Bupati Merauke Joseph Bladib Gebze bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di berbagai titik dalam Kota Merauke, Jumat (30/1/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke, Yeremias Paulus Ruben Ndiken, S.Sos., yang mewakili Bupati Merauke, mengatakan bahwa kegiatan Jumat Bersih menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota, khususnya menjelang momentum hari jadi Merauke.
Di sela-sela pemantauan kerja bakti, Yeremias menyampaikan bahwa sejumlah lapak pedagang yang menjadi perhatian utama telah dibersihkan. Sementara itu, sisa sampah yang masih menumpuk akan segera ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum.
“Lapak-lapak ini sudah kami bersihkan. Untuk sampah yang masih tersisa, kami sudah menugaskan Dinas Lingkungan Hidup dan PU agar segera ditangani dalam beberapa hari ke depan,” ujar Yeremias.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya rumah tangga, agar mendaftarkan pengelolaan sampahnya ke Dinas Lingkungan Hidup sehingga proses pengangkutan dapat dilakukan secara tertib dan rutin setiap hari.
“Sebagai warga yang sadar akan kebersihan kota, kita juga memiliki kewajiban membayar retribusi sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.
Menurut Yeremias, kebiasaan membuang sampah sembarangan mencerminkan rendahnya kesadaran terhadap pentingnya menjaga keindahan kota. Ia menegaskan bahwa Kota Merauke merupakan ruang hidup bersama yang harus dijaga oleh seluruh masyarakat.
“Kalau sampah dibuang sembarangan, itu berarti kita belum menyadari bahwa kota ini harus indah. Kita hidup di kota ini, dan keindahannya sangat bergantung pada perilaku kita sendiri,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan program Jumat Bersih, Yeremias memastikan kegiatan tersebut akan terus berjalan secara berkelanjutan. Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan agenda masing-masing OPD.
“Jumat Bersih ini akan terus berjalan selama pemerintahan ini ada. Jadwalnya kami atur, ada Jumat Bersih, ada juga Jumat untuk olahraga atau kegiatan lain yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Di tengah musim penghujan, Yeremias kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air dan got. Sampah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menyebabkan genangan hingga banjir.
“Kalau musim panas mungkin masih bisa kita bakar dan atur, tetapi di musim hujan sampah tidak bisa terurai. Jangan buang sampah ke got atau ke tempat-tempat yang dianggap belum dibersihkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keindahan dan kenyamanan Kota Merauke sangat bergantung pada kesadaran setiap individu. “Mari kita bersihkan kota ini dengan sungguh-sungguh agar mendatangkan kedamaian bagi kita semua,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait penumpukan sampah di kawasan Doremkai KPG yang meluber hingga ke badan jalan, Yeremias mengakui perlunya penataan ulang lokasi penampungan sampah di dalam kota. Namun, keterbatasan lahan masih menjadi kendala utama.
“Tempat penampungan sampah di dalam kota memang harus digeser ke luar kota. Saat ini kami masih mencari lokasi yang tepat melalui dinas terkait karena belum tersedia keplingan tanah untuk menambah daya tampung,” jelasnya.
Ia menambahkan, Tempat Pembuangan di Bokem sebenarnya masih dapat dimanfaatkan. Namun, kondisi akses jalan yang rusak menjadi hambatan dalam proses distribusi sampah. Ke depan, pemerintah daerah akan melakukan pembinaan serta penataan ulang sistem pengelolaan sampah agar lebih efektif dan tertata. (*)
