Papua Selatan

Jangan Jadi Penonton di Tanah Sendiri! Pengusaha OAP di Papua Selatan Didorong Naik Kelas

Avatar photo
×

Jangan Jadi Penonton di Tanah Sendiri! Pengusaha OAP di Papua Selatan Didorong Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Social Share

MERAUKE||Cendrawasi7. Com, Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus mendorong pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) agar mampu berkembang dan bersaing di dunia usaha. Melalui program peningkatan kapasitas pemasaran yang didanai Otonomi Khusus (Otsus) 2026, para pengusaha lokal diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu memperluas pasar hingga ke tingkat nasional.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Sumber Daya Pemasaran Pelaku Usaha OAP yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Selatan di Ballroom Okaba Hotel Panda, Jalan Noari, Merauke, Senin (19/10/2026).

 

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 orang tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Oktober 2026. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam memperkuat kemampuan pemasaran, meningkatkan kualitas usaha, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat asli Papua.

 

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Papua Selatan, Robertus Kaize, mengatakan peningkatan kemampuan pemasaran merupakan kebutuhan penting bagi pelaku usaha lokal di tengah persaingan ekonomi yang semakin berkembang.

 

Menurutnya, potensi usaha yang dimiliki masyarakat Papua cukup besar. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan pengetahuan, keterampilan, dan strategi pemasaran yang tepat agar produk lokal mampu menjangkau lebih banyak konsumen.

 

“Pelatihan ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing pedagang agar mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Provinsi Papua Selatan,” ujar Robertus dalam sambutannya.

 

Ia menegaskan, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar pelaku usaha OAP tidak hanya mengandalkan aktivitas perdagangan secara konvensional, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

 

Robertus berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola serta memasarkan produk.

 

Ia juga mengingatkan agar kegiatan yang menggunakan dukungan dana Otsus tersebut tidak berhenti sebatas seremoni, melainkan benar-benar memberikan dampak terhadap perkembangan usaha masyarakat.

 

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada acara seremonial, tetapi dapat diwujudkan melalui aksi nyata dalam kehidupan usaha di Papua Selatan,” katanya.

 

Mama-Mama Papua Diminta Berani Bersaing

Sementara itu, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Mama-Mama Asli Papua (IPPM2AP) Provinsi Papua Selatan, Frederika Debat Ndiken, menyampaikan pesan kuat kepada para pelaku usaha OAP agar terus meningkatkan kemampuan dan tidak menyerah menghadapi persaingan.

 

Frederika menegaskan, masyarakat asli Papua harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi di daerahnya sendiri, bukan sekadar menyaksikan perkembangan usaha yang berlangsung di sekitarnya.

 

“Saya memiliki harapan besar agar OAP dapat berdiri dan tidak menjadi penonton di atas tanah sendiri. Kita harus tetap bersatu untuk bersaing dalam bidang usaha,” tegasnya.

 

Menurut Frederika, Papua memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, kekayaan tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila masyarakat tidak dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengelolanya.

 

Karena itu, ia mengajak para pedagang, khususnya mama-mama Papua, untuk terus belajar, membangun kerja sama, dan berani mengembangkan usaha ke tingkat yang lebih tinggi.

 

Ia juga mengingatkan agar pelaku usaha tidak cepat merasa puas dengan kondisi yang ada, melainkan terus berinovasi dan meningkatkan daya saing.

 

“Jangan merasa nyaman dengan kehidupan yang begitu-begitu saja. Mari kita belajar dan bekerja sama menuju OAP yang memiliki daya saing serta daya juang tinggi,” pesannya.

 

MRP Ingatkan Dana Otsus Harus Tepat Sasaran

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan, Damianus Katayu, menekankan pentingnya memastikan program pemberdayaan ekonomi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat asli Papua.

 

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan mendesak agar pelaku usaha OAP mampu bersaing, tidak hanya di pasar tradisional, tetapi juga memiliki peluang memasuki pasar yang lebih luas.

 

Damianus menilai dana Otonomi Khusus harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Papua.

 

“Otsus harus mampu menyentuh OAP. Otsus merupakan harga mahal yang diberikan negara untuk tanah Papua. Karena itu, penggunaannya harus kita jaga dan kawal agar tepat sasaran,” tegasnya.

 

Ia menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pelatihan dan pemberdayaan ekonomi yang secara langsung menyasar masyarakat asli Papua.

 

Damianus berharap program serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga pelaku usaha lokal memiliki kemampuan menghasilkan produk berkualitas dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

 

Pemprov Papua Selatan Tegaskan Keberpihakan kepada Pengusaha Lokal

 

Sementara itu, Asisten I Sekda Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap penguatan ekonomi masyarakat asli Papua.

 

Ia mengatakan, pemerintah ingin memastikan para pelaku usaha OAP memperoleh kesempatan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bersaing dalam dunia perdagangan.

 

Agustinus meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut dengan sungguh-sungguh agar pengetahuan yang diperoleh tidak hanya menjadi teori, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

 

Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak semata-mata diukur dari terselenggaranya kegiatan, melainkan dari kemampuan peserta mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan.

 

Ia berharap para pelaku usaha OAP semakin mandiri, memiliki daya saing, serta mampu mengambil peran lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi Papua Selatan.

 

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional tifa oleh Agustinus Joko Guritno bersama tamu undangan, dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta secara simbolis.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MRP Papua Selatan Damianus Katayu, Kapoksahli Kodam XXIV/Mandala Trikora Brigjen TNI Erdi Ekawidjadjanto Arif, perwakilan Kodaeral XI, Lanud J.A. Dimara, Polres Merauke, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke Pastor Hendrikus Kariwop, serta perwakilan Loka POM Merauke.

 

Melalui pelatihan selama tiga hari ini, Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap semakin banyak pelaku usaha OAP yang mampu mengembangkan produk lokal, memperluas jaringan pemasaran, dan menjadi penggerak ekonomi di tanahnya sendiri. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page