CENDRAWASI7.COM
PEGUNUNGAN ARFAK, Narasi yang mengaitkan Kabupaten Pegunungan Arfak dengan dugaan tempat prostitusi di tengah hutan menuai keberatan dari Paulus Kostan Simonda, S.H., M.H., M.Th., CLA., C.Med., Direktur LBH Rumah Kaki Seribu sekaligus Staf Khusus Bupati Pegunungan Arfak Bidang Hukum dan Advokasi. Paulus meminta pihak yang mempublikasikan narasi tersebut menjelaskan sumber, lokasi, waktu, serta bukti yang menjadi dasar penggunaan istilah “prostitusi”.
Menurut Paulus, poster yang beredar menggunakan gambar dengan keterangan “Foto: ilustrasi”. Ia menilai foto ilustrasi tidak dapat dijadikan bukti faktual bahwa praktik prostitusi terjadi di Pegunungan Arfak. Paulus juga mempertanyakan penyebutan bangunan bertuliskan “Bar & Karaoke” sebagai indikasi prostitusi.
Keberadaan sebuah pondok dengan tulisan Bar & Karaoke tidak otomatis membuktikan adanya praktik prostitusi,” tegasnya.
Paulus juga menyoroti Portal PBD News yang, menurut keterangannya, mencantumkan CNN Indonesia sebagai sumber. Ia meminta PBD News menunjukkan tautan publikasi asli yang diklaim menjadi rujukan.
Berdasarkan penelusuran awal kami, belum ditemukan publikasi CNN Indonesia yang dapat kami verifikasi sebagai sumber langsung atas klaim spesifik tersebut,” kata Paulus.
Lebih lanjut, Paulus menegaskan dirinya menghormati kebebasan pers dan hak media melakukan kritik. Namun, menurut dia, pemberitaan yang membawa nama Pegunungan Arfak harus didukung fakta yang dapat diverifikasi.
Jangan jadikan foto ilustrasi sebagai bukti. Jangan jadikan dugaan sebagai fakta. Dan jangan mencantumkan nama media lain sebagai sumber apabila sumber tersebut tidak pernah memuat informasi yang dimaksud,” tegasnya.
Paulus menyatakan, apabila hasil verifikasi nantinya menunjukkan informasi tersebut tidak benar atau disebarluaskan tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan, pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Kami tidak anti terhadap kritik dan pemberitaan. Yang kami tolak adalah informasi yang tidak terverifikasi, terlebih ketika membawa nama dan martabat masyarakat Pegunungan Arfak,” pungkasnya.
@Redaksi





