Papua Selatan

Hari Ketujuh, Operasi SAR Speedboat Hilang di Pulau Mooi Resmi Ditutup

Avatar photo
×

Hari Ketujuh, Operasi SAR Speedboat Hilang di Pulau Mooi Resmi Ditutup

Sebarkan artikel ini
Social Share

Merauke || Cendrawasi7 – Operasi pencarian korban kecelakaan speedboat yang hilang kontak di Muara Kali Pulau Mooi, Distrik Waan, Kabupaten Merauke, resmi ditutup pada hari ketujuh, Minggu (27/9/2026).

‎

‎Dari tiga orang yang dilaporkan hilang, dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara seorang korban lainnya, Abelbertus Game Yolmen (14), belum ditemukan hingga operasi SAR dihentikan.

‎

‎Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke mencatat, korban Andreas Koboon (24) ditemukan meninggal dunia pada 21 September 2026. Sehari kemudian, tim SAR gabungan kembali menemukan Frederikus Yolmen (23) dalam kondisi meninggal dunia.

‎

‎Pada pencarian hari terakhir, tim SAR gabungan menghadapi cuaca kurang bersahabat. Kecepatan angin di perairan tersebut dilaporkan mencapai 40 kilometer per jam, sedangkan tinggi gelombang mencapai sekitar satu meter.

‎

‎Penghentian pencarian aktif diputuskan setelah tim menggelar rapat evaluasi dan berkoordinasi dengan keluarga korban. Keputusan tersebut juga mengacu pada ketentuan pelaksanaan operasi SAR selama tujuh hari.

‎

‎Keluarga korban menyampaikan apresiasi atas upaya tim SAR gabungan yang telah melakukan pencarian selama sepekan.

‎

‎Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi, mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga korban dan masyarakat nelayan yang turut membantu pencarian.

‎

‎Unsur yang terlibat dalam operasi tersebut antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Pos SAR Okaba, Satpolairud Polres Merauke, Koramil Waan, Polsek Kimam, Polsek Okaba, serta masyarakat nelayan setempat.

‎

‎Rudi mengatakan armada Basarnas masih berlindung di Muara Safan karena kondisi cuaca belum memungkinkan untuk kembali ke Merauke.

‎

‎“Untuk saat ini, armada kami masih berlindung di Muara Safan dan belum dapat kembali ke Dermaga Merauke karena cuaca kurang bersahabat,” ujar Rudi.

‎

‎“Jika cuaca membaik, armada kami akan bertolak kembali ke Merauke,” sambungnya.

‎

‎Meski operasi SAR telah resmi ditutup, informasi mengenai keberadaan Abelbertus tetap akan ditindaklanjuti apabila ditemukan tanda-tanda baru atau laporan dari masyarakat. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page