Merauke, Cendrawasi7.com – Festival Kali Maro IV, Pantai Arafura dan Dahun Anggai 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama lima hari di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Panitia mencatat sekitar 12.500 kunjungan selama penyelenggaraan pada 1–5 Oktober 2026.
Bupati Merauke Yoseph B. Gebze menghadiri penutupan festival sekaligus pameran ekonomi kreatif di Yonggo Dusun Sirapu, Kampung Urumb, Distrik Semangga, Senin (5/10/2026). Sekitar 1.500 orang hadir, terdiri atas tamu undangan, unsur Forkopimda, tokoh adat, dan masyarakat.
Ketua Panitia Brodus Mahuse mengatakan antusiasme pengunjung melampaui target awal. Berdasarkan catatan panitia, festival tersebut menerima rata-rata sekitar 2.500 kunjungan per hari.
Festival yang digelar untuk keempat kalinya sejak 2023 itu mengusung tema “Memperkuat Persaudaraan, Damai & Sukacita di Kabupaten Merauke dan Provinsi Papua Selatan”.
Beragam kegiatan dihadirkan, mulai dari pawai budaya berbagai etnis Nusantara hingga sajian tradisional berbahan sagu, pisang, dan kelapa. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya dan agama.
Brodus turut menyampaikan bahwa Festival Kali Maro masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi penyelenggara dan masyarakat Merauke.
Dalam sambutannya, Yoseph menegaskan bahwa pengembangan pariwisata merupakan bagian dari visi dan misi Pemerintah Kabupaten Merauke. Pemkab terus mendorong kegiatan yang mendukung sektor tersebut melalui dinas pariwisata.
Ia mengatakan masuknya Festival Kali Maro dalam KEN harus diikuti dengan pembenahan agar pariwisata daerah semakin berkembang.
“Kali Maro masuk dalam Kharisma Event Nusantara dan ini menjadi satu kebanggaan bagi kita semua di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Tetapi lebih daripada itu, memang kita harus membenahi satu per satu untuk kemajuan pariwisata,” ujar Yoseph.
Yoseph juga mengapresiasi pelaksanaan festival yang berlangsung aman dan lancar. Ia berharap dukungan terhadap kegiatan pariwisata terus diperkuat untuk mendorong perkembangan sektor tersebut di Merauke.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan Paskalis Prayitno, yang hadir mewakili gubernur, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat.
Paskalis menilai kerja sama pemerintah daerah, gereja, tokoh adat, dan masyarakat menjadi kekuatan dalam penyelenggaraan festival. Ia berharap kolaborasi tersebut terus ditingkatkan sekaligus menjadi contoh bagi generasi muda dalam menyelenggarakan kegiatan serupa.
Penutupan festival ditandai dengan penabuhan tifa, dilanjutkan foto bersama dan menyanyikan lagu Tanah Papua. Rangkaian acara diakhiri dengan panggung hiburan serta ramah tamah. (C7)





