Papua Selatan

Empat WBP Lapas Merauke Masih Dicari, Ini Rincian 42 Orang yang Kembali ‎

Avatar photo
×

Empat WBP Lapas Merauke Masih Dicari, Ini Rincian 42 Orang yang Kembali ‎

Sebarkan artikel ini
Social Share

MERAUKE||Cendrawasi7, Pendekatan persuasif kepada keluarga membantu upaya mengembalikan warga binaan yang melarikan diri saat kerusuhan di Lapas Kelas IIB Merauke, Papua Selatan, Jumat (9/10/2026).

‎

‎Sebanyak tujuh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kembali ke lapas dengan diantar oleh keluarga. Mereka merupakan bagian dari 42 warga binaan yang telah diamankan kembali setelah insiden tersebut.

‎

‎Berdasarkan keterangan Kepala Lapas Kelas IIB Merauke yang dikutip dari Ceposonline.com, sebanyak 46 WBP sempat melarikan diri saat kerusuhan yang disertai kebakaran di lingkungan lapas.

‎

‎Dari jumlah itu, empat orang masih dalam pencarian, yakni Nikolaus Zakarias Gebze, Engelbertus Bapaimu, Marthen Begaimu, dan Ignasius Apirimu.

‎

‎Keluarga Ikut Membantu

‎Selain tujuh WBP yang diantar keluarga, petugas lapas menemukan dan mengamankan 31 warga binaan saat berada di luar lingkungan lapas.

‎

‎Sementara itu, tiga WBP diamankan personel Brimob dan satu orang lainnya diamankan personel Polres Merauke.

‎

‎Pihak lapas menyebut koordinasi antara petugas, aparat keamanan, dan keluarga turut membantu upaya mengembalikan sebagian besar warga binaan.

‎

‎“Berkat kesigapan petugas, soliditas pengamanan, serta koordinasi lintas instansi yang cepat dan terpadu, sebagian besar WBP yang melarikan diri berhasil diamankan kembali,” kata kepala lapas sebagaimana dikutip dari Ceposonline.com.

‎

‎Berdasarkan pendataan pihak lapas, jumlah penghuni Lapas Kelas IIB Merauke tercatat sebanyak 564 orang.

‎

‎Situasi Berangsur Kondusif

‎Di tengah pencarian terhadap empat WBP, kondisi keamanan di dalam lapas dilaporkan berangsur kondusif sejak Sabtu (10/10/2026) siang.

‎

‎Bupati Merauke bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah meninjau langsung kondisi lapas untuk memastikan situasi keamanan setelah kerusuhan.

‎

‎Hingga Sabtu malam, aktivitas di dalam lapas disebut berangsur normal. Para warga binaan juga telah dapat beristirahat seperti biasa.

‎

‎Meski demikian, upaya pencarian terhadap empat warga binaan yang belum kembali masih dilakukan.

‎

‎Perbaikan Bangunan Menunggu Arahan

‎Selain memulihkan keamanan, pihak lapas menghadapi kerusakan bangunan akibat kebakaran saat kerusuhan.

‎

‎Laporan mengenai kerusakan tersebut telah disampaikan kepada pimpinan di tingkat pusat. Namun, langkah perbaikan maupun renovasi masih menunggu arahan lebih lanjut.

‎

‎Kerusuhan pada Jumat (9/10/2026) sebelumnya dilaporkan berkaitan dengan protes warga binaan mengenai pemeriksaan telepon genggam. Dalam bahan pemberitaan juga disebut adanya keluhan warga binaan tentang dugaan petugas dalam keadaan mabuk.

‎

‎Dugaan tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait.

‎

‎Saat ini, penanganan pascakerusuhan mencakup pencarian empat WBP, pemulihan keamanan, serta tindak lanjut terhadap kerusakan fasilitas lapas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page