MERAUKE||Cendrawasi7, Bupati Merauke Yoseph B. Gebze mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih jeli membaca peluang dan kebutuhan pasar dalam mengembangkan usahanya. Hal itu disampaikan saat menyerahkan bantuan modal usaha secara simbolis kepada calon penerima di Merauke. Sabtu (15/08/2026).
Bantuan modal usaha tersebut diberikan kepada 59 calon penerima, baik kelompok yang telah memiliki usaha maupun masyarakat yang baru akan merintis usaha. Setelah penyerahan secara simbolis oleh Bupati, proses penyaluran selanjutnya dilanjutkan oleh Kepala Dinas bersama jajaran terkait.
Yoseph mengatakan, bantuan modal dari pemerintah diharapkan tidak sekadar menjadi tambahan dana, tetapi dapat menjadi stimulus bagi masyarakat untuk membangun usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
Menurutnya, modal bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Kemauan, ketekunan, serta kecintaan terhadap bidang usaha yang digeluti juga menjadi faktor penting agar usaha dapat terus berkembang.
Ia juga mengingatkan kelompok penerima bantuan untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan setelah menerima bantuan dari pemerintah.
”Jangan sampai setelah bantuan cair, kelompoknya terpecah. Kita harus saling memperkuat dan saling menguatkan,” kata Yoseph.
Pelaku UMKM Diminta Jeli Membaca Pasar
Yoseph menekankan pentingnya melakukan analisis pasar sebelum memulai maupun mengembangkan usaha. Pelaku UMKM, kata dia, harus mengetahui siapa calon konsumennya, menentukan lokasi yang tepat untuk berjualan, hingga memperhitungkan jumlah produk yang disiapkan sesuai kebutuhan pasar.
”Kita harus melihat segmen masyarakat yang menjadi sasaran. Jangan asal berjualan, tetapi harus ada perhitungan yang matang,” ujarnya.
Ia juga mendorong masyarakat asli Papua untuk tidak memandang keberhasilan pelaku usaha dari luar sebagai ancaman atau semata-mata sebagai pesaing. Menurutnya, keberhasilan tersebut justru dapat dijadikan bahan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan usaha.
Yoseph menilai peluang ekonomi dapat ditemukan dari berbagai kebutuhan masyarakat sehari-hari. Karena itu, pelaku UMKM harus lebih kreatif dan jeli melihat potensi yang ada di lingkungan sekitar.
Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang adalah pariwisata. Ia mencontohkan kawasan Pantai Lampu Satu yang ramai dikunjungi masyarakat dapat dimanfaatkan pelaku UMKM dengan menyediakan makanan, minuman, maupun berbagai produk yang dibutuhkan pengunjung.
Manfaatkan Peluang dari Program MBG
Selain sektor pariwisata, Yoseph meminta pelaku UMKM membangun kolaborasi dengan berbagai pihak serta memanfaatkan peluang ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, pelaksanaan program MBG dapat menciptakan pasar baru bagi masyarakat, terutama untuk memasok kebutuhan pangan seperti lauk-pauk, sayuran, dan berbagai bahan kebutuhan pokok lainnya.
Karena itu, pelaku usaha di Merauke diharapkan tidak hanya menunggu konsumen datang, tetapi aktif membangun jaringan serta membaca kebutuhan pasar yang muncul dari berbagai program pemerintah.
Dari 59 calon penerima bantuan modal usaha tersebut, Yoseph berharap sedikitnya 75 hingga 80 persen mampu mempertahankan sekaligus mengembangkan usahanya.
Keberhasilan para penerima bantuan dinilai penting agar program pemerintah tidak berhenti pada penyaluran modal, tetapi benar-benar melahirkan usaha produktif, membuka peluang ekonomi baru, dan meningkatkan kemandirian masyarakat di Kabupaten Merauke. (*)





