BeritaNews PapuaPapua Selatan

Demerina Korban Penyanderaan di Jila Kembali ke Keluarga, 7 Warga Masih Dicari ‎

Avatar photo
×

Demerina Korban Penyanderaan di Jila Kembali ke Keluarga, 7 Warga Masih Dicari ‎

Sebarkan artikel ini
Social Share

TIMIKA||Cendrawasi7, Demerina Uwamang, korban penculikan dan penyanderaan kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akhirnya kembali berkumpul dengan keluarganya.

‎

‎Demerina diserahkan kepada pihak keluarga setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan selama 12 hari di Rumah Sakit Bhayangkara Mimika.

‎

‎Penyerahan berlangsung di Timika, Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIT. Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak mewakili kepolisian dalam proses tersebut.

‎

‎Suasana haru dan bahagia mewarnai pertemuan Demerina dengan keluarganya. Dalam kesempatan itu, Kapolres Mimika juga menyerahkan bantuan kebutuhan pangan untuk mendukung proses pemulihan korban.

‎

‎Kapolres Mimika bersyukur Demerina dapat kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat. Ia berharap kondisi fisik dan psikologis korban terus membaik setelah mendapat pendampingan keluarga.

‎

‎Demerina merupakan satu dari sembilan warga yang dilaporkan diculik kelompok bersenjata di Distrik Jila pada 17 Agustus 2026. Para korban kemudian dibawa dan ditahan di wilayah yang sulit dijangkau.

‎

‎Keberadaan para korban diketahui setelah ditemukan masyarakat di wilayah Bela 2, Distrik Jila, pada 9 September 2026.

‎

‎Dari sembilan korban tersebut, Yosina Tsenawatme dinyatakan meninggal dunia dan telah dimakamkan masyarakat secara adat. Sementara Demerina ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan tujuh korban lainnya belum berhasil dievakuasi.

‎

‎Setelah menerima informasi tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama tokoh masyarakat berkoordinasi untuk menjemput dan mengevakuasi Demerina.

‎

‎Namun, proses penjemputan sempat tertunda selama empat hari akibat cuaca, medan yang sulit, serta situasi keamanan. Evakuasi tidak dipaksakan karena aparat mengutamakan keselamatan korban dan tim.

‎

‎Demerina akhirnya berhasil dijemput dari wilayah Bela 1, Distrik Alama, pada 14 September 2026. Ia kemudian diterbangkan menuju Timika menggunakan Helikopter Polri P-3002 milik Satgas Operasi Damai Cartenz.

‎

‎Setibanya di Timika sekitar pukul 09.08 WIT, Demerina langsung dibawa ke RS Bhayangkara Mimika untuk menjalani pemeriksaan serta mendapatkan perawatan medis.

‎

‎Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan, seluruh tahapan penanganan korban dilakukan secara bertahap dan mengutamakan keselamatan.

‎

‎“Prioritas kami sejak korban ditemukan adalah memastikan keselamatan dan kondisinya terlebih dahulu. Setelah berhasil dievakuasi ke Timika, korban mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis. Hari ini, setelah kondisinya stabil, Demerina dapat kembali kepada keluarganya,” ujar Faizal.

‎

‎Satgas Damai Cartenz juga akan menurunkan tim pemulihan trauma untuk memantau kondisi psikologis Demerina setelah kembali ke tengah keluarganya.

‎

‎“Kami akan tetap memantau perkembangan kesehatan psikologis dengan menurunkan tim trauma healing dari Satgas Banops Damai Cartenz agar kondisi traumatis yang dialami korban berangsur pulih,” katanya.

‎

‎Faizal menegaskan, pencarian dan penyelamatan tujuh korban lainnya masih menjadi perhatian utama Satgas Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan pihak terkait.

‎

‎Koordinasi terus dilakukan dengan keluarga dan masyarakat di wilayah Jila, Bela, Alama, serta Keselama.

‎

‎“Kami berharap dukungan masyarakat serta informasi yang dapat membantu proses pencarian disampaikan kepada aparat agar segera ditindaklanjuti dengan tetap mengutamakan keselamatan korban,” ujarnya.

‎

‎Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Adarma Sinaga mengatakan, penanganan korban dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan, keselamatan, dan koordinasi bersama keluarga.

‎

‎“Setiap tahapan dilakukan secara terukur, mulai dari evakuasi, pemeriksaan medis, pemulihan, hingga pengembalian kepada keluarga,” kata Adarma.

‎

‎Keterangan Demerina nantinya diharapkan dapat membantu petugas mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai rangkaian peristiwa penculikan tersebut. Namun, pemeriksaan baru akan dilakukan setelah kondisi fisik dan psikologis korban dinilai siap.

‎

‎Paman Demerina sekaligus tokoh pemuda, Ely Dolame, menyampaikan terima kasih kepada kepolisian dan seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian, evakuasi, perawatan hingga pemulangan ke keluarga.

‎

‎“Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian dan semua pihak yang telah membantu. Bagi kami, kembalinya Demerina merupakan anugerah dan kebahagiaan besar bagi keluarga,” ujar Ely.

‎

‎Ia berharap tujuh korban lainnya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan dikembalikan kepada keluarga masing-masing.

‎

‎Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga yang mengetahui keberadaan para korban diminta segera menyampaikan informasi tersebut kepada aparat. (Odc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page