Papua SelatanSosial

Dari Merauke untuk Flores, Musisi HipHop Bersatu Lewat Konser Amal

Avatar photo
×

Dari Merauke untuk Flores, Musisi HipHop Bersatu Lewat Konser Amal

Sebarkan artikel ini
Social Share

MERAUKE || Cendrawasi7 – Panggung hiphop di Merauke, Papua Selatan, tak hanya menjadi ruang unjuk karya. Sejumlah musisi memilih menjadikan musik sebagai jalan untuk membantu korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

‎

‎Semangat itu diwujudkan lewat konser amal yang digelar di Cafe Jeaa Place, Tanah Tinggi (Salor), Kampung Ivi Ma’had, Merauke, Sabtu (12/9/2026).

‎

‎Konser tersebut digagas Kelly Wanggai bersama Owner Jeaa Place Jennita Y. Koda dan kawan-kawan. Sejumlah musisi dan komunitas hiphop Papua Selatan ikut turun panggung untuk menggalang donasi.

‎

‎Mereka di antaranya Kian MC, DJ Trafax, Bringing Home, Label Hitam, MJ Art Talent, Achel’B, Maikel Mahuze, Yan Flow, Nesso, South of Music, South Vibes, Gubuk Derita, Ka Manz, Suku Seven, dan Rumah Cemarah.

‎

‎Salah satu rapper Merauke, SultanTigabelas, mengatakan konser tersebut sengaja dikemas bukan hanya sebagai ruang hiburan dan ekspresi para musisi. Ada misi kemanusiaan yang ingin dibawa melalui panggung musik.

‎

‎”Ini bukan hanya tentang musik, tetapi bagaimana kita bisa berbagi dan hadir untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujar SultanTigabelas.

‎

‎Donasi yang terkumpul dalam konser itu rencananya diserahkan kepada Ketua Himpunan Pemuda Flobamora untuk kemudian diteruskan ke posko penanganan gempa di Flores.

‎

‎Menurut SultanTigabelas, aksi tersebut sekaligus menjadi cara para musisi menunjukkan bahwa kreativitas anak muda dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

‎

‎Semangat itu mereka rangkum dalam moto “Dari Bakat Menjadi Berkat.” Bakat yang biasanya dituangkan melalui musik dan panggung hiburan, kali ini diarahkan menjadi aksi untuk membantu sesama.

‎

‎”Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bahwa anak muda juga bisa mengambil bagian dalam kegiatan sosial. Dari apa yang kita punya, kita bisa berbagi dan menjadi berkat bagi orang lain,” katanya.

‎

‎Para musisi juga ingin aksi tersebut menjadi pesan bahwa solidaritas tidak dibatasi asal daerah maupun latar belakang. Dari Merauke, mereka berupaya mengirimkan dukungan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Flores.

‎

‎Konser amal itu pun menjadi bukti bahwa panggung musik dapat memiliki fungsi lebih dari sekadar hiburan. Di tangan anak-anak muda Papua Selatan, musik menjadi medium untuk menggerakkan kepedulian sekaligus mempererat persaudaraan.

‎

‎Para musisi berharap semangat serupa terus tumbuh dan melahirkan lebih banyak gerakan sosial di kalangan generasi muda Merauke dan Papua Selatan.

‎

‎Bagi mereka, “Dari Bakat Menjadi Berkat” bukan sekadar slogan. Panggung, musik dan kreativitas dapat menjadi jalan untuk hadir ketika sesama membutuhkan bantuan. (C7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page